Rabu, 8 April 2026

Pemprov Jabar Nyatakan Tak Akan Lepas Tangan Terhadap Program Petani Milenial

Pemprov Jabar berkomitmen melindungi dan mendampingi seluruh peserta program Petani

Muhamad Syarif Abdussalam
Kepala Biro Perekonomian Setda Jabar Yuke Mauliani Septina 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemdaprov Jabar berkomitmen melindungi dan mendampingi seluruh peserta program Petani Milenial hingga bisnisnya sukses dan membawa kesejahteraan bagi petani.

Menurut Kepala Biro Perekonomian Setda Jabar Yuke Mauliani Septina, sejak awal Pemdaprov Jabar telah mendampingi peserta program Petani Milenial, dimulai dari memberikan pelatihan untuk mengembangkan kapasitas petani milenial.

Kemudian memberikan bantuan sarana produksi pertanian, memberikan bantuan pascapanen melalui bantuan pengemasan komoditas panen.

Pemdaprov Jabar juga memberikan sertifikasi halal dan membantu pengurusan Hak Kekayaan Intelektual untuk produk yang dijual, hingga pemasaran produk.

Baca juga: Ridwan Kamil Langsung Jawab Keluhan Peserta Petani Milenial Tanaman Hias

Untuk permodalan, Pemdaprov Jabar memfasilitasi pembiayaan peserta petani milenial melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank bjb.

Dalam hal perkreditan ke bank bjb, offtaker bertindak sebagai penyerap komoditas sekaligus avalist atau penjamin, sehingga peserta Petani Milenial tak perlu mendaftarkan agunan apapun ke bank.

Secara umum, kata Yuke, program Petani Milenial benefitnya telah banyak dirasakan para peserta di seluruh Jabar.

Para petani milenial di Bandung Utara, Kabupaten Bandung, ikut terlibat dalam penanaman bibit buah-buahan yang dibagikan Relawan Ganjar Pranowo.
Para petani milenial di Bandung Utara, Kabupaten Bandung, ikut terlibat dalam penanaman bibit buah-buahan yang dibagikan Relawan Ganjar Pranowo. (ist)

"Program ini sangat potensial mengingat luas lahan Jabar dan SDM yang banyak. Namun memang terkadang kita menemui permasalahan eksternal yang di luar dugaan seperti perang Rusia - Ukraina," ujar Yuke saat jumpa pers di Gedung Sate Bandung, Kamis (2/2/2023).

Yuke mencontohkan, komoditas tanaman hias di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Offtaker yang menyerap hasil panen ternyata kesulitan mengekspor ke luar negeri sehingga benefit kepada petani belum mengalir maksimal.

Pemdaprov Jabar berupaya membantu petani dengan menjualkan produk tanaman hias di berbagai pameran, dan mengimbau agar ASN membeli produk tersebut.

Baca juga: DPRD Jabar Usulkan Penambahan Anggaran Petani Milenial

"Bahkan kita minta juga kepada ASN Jabar untuk membeli produk mereka, selain itu kita sediakan gerai-gerai pemasaran produk" sebut Yuke.

Perihal kewajiban yang harus dipenuhi peserta ke bank, Pemdaprov Jabar terus berkoordinasi dengan bank bjb agar peserta Petani Milenial tetap terlindungi.

"Permasalahan ini insyaallah akan kita selesaikan dengan bank bjb hari Senin (6 Februari 2023)," sebut Yuke.

Dalam proses perjalanan program Petani Milenial, Pemdaprov Jabar terus melakukan evaluasi dan memonitoring setiap dinamika yang muncul.

"Ini menjadi perhatian kami untuk perbaikan dan penyempurnaan sehingga pelaksanaan program berikutnya akan semakin baik," kata Yuke.  

Program Petani Milenial Juara Pemda Provisni Jabar di Desa Lengkongjaya, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.
Program Petani Milenial Juara Pemda Provisni Jabar di Desa Lengkongjaya, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. (Biro Adpim Jabar)
Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved