Ridwan Kamil Langsung Jawab Keluhan Peserta Petani Milenial Tanaman Hias
Ia mengatakan perwakilan PT AJ datang dengan membawa sebuah kertas. Isinya dinilai janggal karena utang yang semula Rp 50 juta per orang menjadi...
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Adityas Annas Azhari
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar, Ridwan Kamil langsung menjawab keluhan seorang peserta Petani Milenial yang mendapat kendala dalam penjualan tanaman hiasnya.
Seperti diketahui, Petani Milenial merupakan program pembinaan dan pembiayaan warga milenial yang terjun dalam dunia pertanian, kemudian membantu pemasarannya melalui offtaker atau pemasok dan pembeli.
Ridwan Kamil melalui akun twitternya @ridwankamil membalas thread akun @eesss_ mengenai kesulitannya selama menjadi peserta Petani Milenial. Ia mengatakan segera menyelesaikan permasalahn tersebut.
"Hatur nuhun Kang atas informasinya. Saya meminta maaf atas kekurangan program, dan meminta maaf atas kepada pihak yang mengalami ketidaknyamanan sebagai akibat dari permasalahan program ini. Saya sudah instruksikan masalah ini untuk segera diselesaikan," katanya menjawab thread tersebut, Kamis (2/2/2023).
Melalui threadnya, akun @eesss_ menyatakan ia bersama 19 orang lainnya menjadi petani milenial khusus tanaman hias di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Ia mendapat bimbingan dari sebuah perusahaan namun tidak mendapatkan indukan secara utuh, bahkan sebagian indukannya rusak.
Baca juga: Pemprov Jabar Fasilitasi Merek dan Sertifikasi Halal bagi 510 Petani Milenial dan IKM
Akhir November barulah ia mendapatkan seluruh indukan tanaman. Off taker pun mengganti indukan yang rusak di awal dan memberi beberapa kelebihan tanaman hias. Namun mereka tetap kecewa karena sudah kehilangan satu siklus tanam.
Ia mengatakan perwakilan dari PT AJ datang dengan membawa sebuah kertas. Isinya dinilai janggal karena utang yang semula sebesar Rp 50 juta per orang menjadi Rp 75 juta per orang. Lalu harga jual tanaman yang seharusnya Rp 50.000 menjadi Rp 55.000 per tanaman.
Baca juga: Petani Milenial di Pangandaran Berhasil Tanam Semangka di Tengah Banyak Tikus, Begini Cara Ngusirnya
"Dan kami diminta menandatangani kertas itu. Jelas kami tidak mau apalagi tidak mendapat penjelasan sama sekali, tapi ya udah surat ini ga usah terlalu dihiraukan karena dalam perjalanannya isinya juga hangus dengan sendirinya. Ini cuma ngegambarin aja betapa ruwetnya waktu itu," katanya
Ia mengatakan kemudian mengalami kesulitan dalam menjual tanaman hiasnya yang sudah dipanen. Padahal sudah berhasil memanen 5.540 tanaman dengan harga Rp 50.000 per tanaman hias.
"Kalo dirupiahkan berapa? Kalikan saja 50.000 per tanaman. Tapi sayang, uangnya gaib," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gubernur-jawa-barat-jabar-ridwan-kamil-usai-menghadiri-rakornas.jpg)