Rabu, 8 April 2026

Harga Beras di Pasar Cileunyi Naik Rp 200 per Kilogram, Sekarung Naik Rp 5.000

Harga beras di beberapa daerah di Jawa Barat mengalami kenaikan yang cukup tinggi, di Kabupaten Bandung pun mengalami kenaikan.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Pedagang beras di Pasar Cileunyi, Uum (54), mengakui adanya kenaikan harga beras pada 2023, namun tidak terlalu tinggi dan masih terjangkau. Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Harga beras di beberapa daerah di Jawa Barat mengalami kenaikan yang cukup tinggi, di Kabupaten Bandung pun mengalami kenaikan.

Di Pasar Cileunyi Kabupaten Bandung, kenaikannya Rp 200 per kilogramnya.

Menurut seorang pedagang beras di Pasar Cileunyi, Uum (54), mengakui adanya kenaikan harga beras pada 2023, namun tidak terlalu tinggi dan masih terjangkau.

Baca juga: Polres Sumedang Turut Pantau Kenaikan Harga Beras, Ada Sanksi untuk Penimbun

"Paling naiknya rata-rata Rp 200 per kilogramnya, dan kalau per karung naiknya sekitar Rp 5 ribu. Satu karung banyaknya 25 kilogram," ujar Uum, saat ditemui, di kiosnya saat berjualan, Kamis (2/2/2023).

Menurut Uum, kenaikan harga beras mulai terjadi pada 2022, namun kenaikannya tak sekaligus, paling Rp 200 perkilonya.

"Untuk tahun ini baru merasakan kenaikan 1 kali, baru juga satu bulan, belanja juga baru dua kali," kata Uum.

Baca juga: Harga Beras Terus Merangkak Naik, Warga Kota Bandung Diminta Makan Secukupnya

Uum mengaku, beras yang ia jual paling murah Rp 11 ribu per kilogramnya, dan paling mahal Rp 13 rebu.

"Kalau per karungan paling mahal Rp 315 ribu dan paling murah Rp 285 ribu," ujar dia.

Uum mengungkapkan, kenaikan harga beras dari informasi yang didapat, banyak yang gagal panen, terserang hama keong, tikus, hingga burung.

"Belum lagi adanya kenaikan harga BBM, jadi bukan hanya beras, hampir semua barang, harganya naik," tuturnya.

Menurut Uum, penjualan beras naik turun, sedangkan di awal tahun 2023 ini jadi lebih sepi pembeli.

"Mungkin, sekarang warga banyak yang mengatur keuangannya, misal yang biasanya belanja beras 10 kilogram jadi 5 kilogram, apalagi sekarang semua barang harganya naik," ujar Uum.

Sedangkan untuk pasokan beras, kata Uum, tak ada masalah, jika perlu tinggal menghubungi lewat telepon, nanti dikirim.

"Cuma saya belanjanya tak tentu, tergantung kondisi di kios, kalau sedikit lagi baru pesen, minta dikirim," ucapnya.

Artikel Harga Beras lainnya bisa disimak di GoogleNews.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved