Selasa, 19 Mei 2026

Gempa Garut

Getaran Gempa di Wilayah Garut Cukup Kuat, Perabotan Rusak

Gempabumi ini dirasakan di wilayah Garut, Pasirwangi, Cisurupan, Bayongbong, Samarang dengan Skala Intensitas IV MMI

Tayang:
ist
Rumah warga di Garut alami kerusakan akibat getaran gempa, Rabu (1/2/2023) malam. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Garut dan Bandung, Rabu (1/2/2023) pukul 22:57:21 WIB. BMKG menyebutkan bahwa gempa bumi tersebut merupakan gempa tektonik yang terjadi akibat sesar Garsela.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Garut, Pasirwangi, Cisurupan, Bayongbong, Samarang dengan Skala Intensitas IV MMI (dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi).

Kemudian dirasakan di Bandung, Lembang, Pangalengan, Pacet, Cileunyi, Sumedang, dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. Hingga pukul 23:18 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan," katanya.

Ia mengatakan masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Gempa dengan magnitudo 4,4 mengguncang wilayah di Bandung Raya dan Priangan Timur, Jawa Barat, pada Rabu (1/2/2023) pukul 22.57.21 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginfokan lewat akun Twitter resminya, gempa terjadi dengan titik episentrum Lok:7.27 LS - 107.73 BT (19 km Barat Daya KAB GARUT, JABAR), Kedalaman episentrum 3 Km.

Getaran gempa dirasakan di Garut III MMI, Bandung, Lembang, Pangalengan, Pacet, Cileunyi, Sumedang II MMI.

BMKG menyebut, informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved