Dinkes Ciamis Kerahkan Tim Kesehatan Keliling untuk Memantau Jajanan Ciki Ngebul Lingkungan Sekolah

Untuk memantau cikbul tersebut, kata dr Eni Rohaeni, Dinkes Ciamis bekerja sama dengan BPOM dalam mengecek cikbul yang dijajakan pedagang

Penulis: Andri M Dani | Editor: Adityas Annas Azhari
dragonbreath
Ciki Ngebul atau cikbul/chikbul. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Memasuki tahun 2023 ini setidaknya ada dua ancaman kesehatan yang mengancam anak-anak.

Pertama adalah permainan lato-lato yang bisa bikin jidat benjol, yang kedua adalah keracunan ciki ngebul (cikbul) yang menjadi kejadian luar biasa (KLB) di beberapa daerah di Jabar.

Menyusul surat edaran Kemenkes No 38.01.07/111.5/67/2023 tertanggal 3 Januari 2023 tentang pelaporan kasus kedaruratan penggunaan nitrogen cair pada makanan yang ditujukan kepada RSU dan Dinkes kab/kota/provinsi seluruh Indonesia, Dinkes Ciamis pun bergerak cepat.

RSUD Ciamis
RSUD Ciamis 

“Tim kesehatan keliling (kesling) dan sanitrian tiap puskesmas sedang melacak. Masih mendata dulu. Sampai saat ini di Ciamis belum ditemukan kasus cikbul,” ujar Kabid Promkes Dinkes Ciamis dr Hj Eni Rohaeni kepada Tribun, Senin (9/1/2023).

Sanitarian yang tergabung dalam tim kesling di 37 puskesmas di Ciamis, kata dr Eni Rohaeni, melacak dan mendata pedagang yang berjualan ciki bernitrogen alias cikbul di wilayah kerja puskesmas masing-masing.

Baca juga: Kesehatan 28 Anak di Tasik & Bekasi Diperiksa Seusai Makan Cikbul alias Ciki Ngebul, 2 Dibawa ke RS

Tim kesling atau para sanitarian tersebut melakukanpengecekan di tempat keramaian, pasar, hingga di lingkungan sekolah. “Di acara hajatan biasanya juga suka ada yang jualan cikbul,” ucapnya.

Makanan maupun jajanan di lingkungan sekolah katanya sangat menjadi perhatian karena berdampak dan menyangkut kualitas kesehatan dan anak-anak.

Baca juga: AWAS Bahaya Makanan Cikbul, Puluhan Anak di Tasikmalaya Jadi Korban, Ususnya Berlubang

“Dinkes dan Disdik serta dinas lainnya menjadi tim pembina UKS untuk membentuk sekolah sehat. Salah satu indikatornya pangan aman dan jajanan sehat. Itu program PJAS (pangan jajanan anak sekolah) namanya,” katanya.

Untuk memantau cikbul tersebut, kata dr Eni Rohaeni, Dinkes Ciamis bekerja sama dengan BPOM dalam mengecek cikbul yang dijajakan pedagang.

Direktur RSU Ciamis, dr H Rizali Sofiyan, mengatakan, sampai saat ini belum ada kasus keracunan cikbul yang ditangani RSUD Ciamis. Pada Desember 2022 RSUD Ciamis memproleh status akreditas paripurna bintang lima atas pelayanannya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved