Minggu, 31 Mei 2026

Terlibat Percekcokan dengan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Ini Kata Ujang Bendo: Minta Keadilan

Nandang Suhendar (52), atau biasa dikenal dengan nama Ujang Bendo, mengatakan, awalnya ia hanya meminta untuk diundang dan diberi solusi.

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Nandang Suhendar (52) atau lebih dikenal dengan nama Ujang Bendo, warga yang terlibat percekcokan dengan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Berikut ini pengakuan seorang warga yang terlibat percekcokan dengan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Nandang Suhendar.

Nandang Suhendar (52), atau biasa dikenal dengan nama Ujang Bendo, mengatakan, awalnya ia hanya meminta untuk diundang dan diberi solusi.

Ujang Bendo terlibat percekcokan hingga terjadi dugaan penganiayaan di sekitar warung remang-remang di blok Astana Buda, Desa Wonoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Sabtu (31/12/2022) pukul 22:59:33 WIB.

Ujang mengaku, ia melaporkan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata karena sesuai dengan kejadian di lapangan.

Baca juga: Ribut dengan Warga, Bupati Pangandaran Dilaporkan ke Polisi, Jeje Wiradinata: Saya Ketawa Saja

"Kami, tidak lebih atau kurang. Mungkin pada saat itu Bupati kecewa karena saya menyobek stiker (segel) Pemda menutup sementara kafe (warung remang-remang)," ujar Ujang kepada sejumlah wartawan di rumahnya di Pangandaran, Minggu (1/1/2023) sore.

Setelah penutupan sementara itu, pihaknya sudah pernah beraudensi dua kali ke Komisi I dan IV DPRD Kabupaten Pangandaran.

"Tapi, sampai saat ini belum ada jawaban yang tepat, enggak ada solusi. Akhirnya, saya mewakili warung-warung hiburan malam maka saya sobek stiker (segel) tersebut."

"Mungkin, di situ Pak Bupati merasa tersinggung atau apalah."

Baca juga: Beredar Video Keributan Bupati Pangandaran dengan Warga di Warung Remang-remang, Ini Kata Jeje

"Saya sengaja menyobek stiker itu karena biar saya diundang untuk diberikan solusi. Tapi, ini enggak ada," katanya.

Pada akhirnya, sekitar pukul 11 malam Bupati Pangandaran bertemu dengannya di depan Bandara Susi Air.

Menurut Ujang Bendo, Bupati melakukan tindakan-tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan sebagai seorang pimpinan dengan melakukan sikap seperti itu terhadap rakyatnya walaupun rakyatnya itu salah.

"Contohnya, seperti kemarin dengan bahasa-bahasa yang ada di video CCTV, itu kasar, nantang berkelahi terus bahkan dia memukul saya. Terus, ada satu orang lagi yang memukul saya," ucap Ujang.

Karena menerima perbuatan seperti itu, ia sebagai warga negara ingin ada perlindungan hukum.

"Ya, makanya saya melaporkan hal ini kepada pihak berwajib. Pada jam itu menurut saya Bupati melakukan suatu tindak pidana," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved