Daftar UMK 2023 di Jabar yang Diusulkan Masing-masing Kepala Daerah, Bandung Tambah Rp 364.274,065
Berikut inilah daftar daerah yang sudah mengumumkan usulan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Barat, Karawang usulkan kenaikan tinggi
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Ravianto
Jika kenaikan UMK diusulkan 10 persen maka upah minimum dari Rp 3.125.444,72 menjadi Rp 3.437.989,19.
Namun, jika kenaikan UMK Kabupaten Sukabumi mengacu pada kenaikan UMP Jawa Barat sebesar 7,88 persen maka menjadi Rp Rp 3.371.729,76.
Baca juga: Kawal Rekomendasi Kenaikan UMK 27 Persen Tak Berubah, Buruh Bandung Barat Akan Demo di Gedung Sate
8. Kabupaten Pangandaran
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran menyampaikan usulan kenaikan UMK sebesar 7,11 persen.
Dengan kenaikan tersebut, maka upah minimum tahun sebelumnya Rp 1.884.364,08 27 menjadi Rp 2.018.389.
Artinya ada kenaikan UMK Kabupaten Pangandaran 7,11 persen selisih naik sebesar Rp 134.025.
Namun, jika kenaikan UMK itu mengacu pada kenaikan UMP Jawa Barat 7,88 maka kenaikan menjadi Rp 2.032.851,96.
9. Kabupeten Garut
Bupati Garut, Rudi Gunawan mengusulkan kenaikan UMK Kabupaten Garut sebesar 7,14 persen.
Artinya kenaikan UMK 7,14 persen naik sebesar Rp 142.000.
Demikian jika kenaikan UMK Kabupaten Garut Rp 142.000, maka upah minimum menjadi Rp 2.117.318 dari sebelumnya Rp 1.975.220,92.
Adapun jika UMK Kabupaten Garut mengacu pada UMP Jawa Barat 2023 sebesar 7,88 persen, maka kenaikan upah menjadi Rp 2.130.868.32.
10. Kota Cimahi
Pemerintah Kota Cimahi menyampaikan usulan kenaikan UMK Kota Cimahi sebesar 10 persen.
Dengan kenaikan tersebut upah minimum sebelumnya Rp 3.272.668,50 menjadi Rp 3.599.935,35.
Artinya kenaikan 10 persen selisih naik Rp 327.266,85.
Namun, jika kenaikan UMK Kota Cimahi mengacu pada kenaikan UMP Jabar sebesar 7,88 maka kenaikan Rp 3.530.554,77.
11. Kabupaten Karawang
Meski belum disampaikan resmi oleh Bupati Karawang, Serikat Buruh menyampaikan usulan kenaikan UMK Karawang sebesar 13 persen.
Dengan kenaikan 13 persen itu, upah minimum sebelumnya Rp 4.798.312,00 menjadi Rp 5.422.092,56.
Namun, jika kenaikan UMK Karawang mengacu pada kenaikan UMP Jabar 7,88 persen maka kenaikan menjadi Rp Rp 5.176.418,98.
12. Kabupaten Bogor
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor menyampaikan usulan kenaikan UMK Bogor 2023 sebesar 10 persen.
Jika disepakati kenaikan 10 persen itu maka kenaikan UMK Bogor sebelumnya dari Rp Rp 4.330.249,57 menjadi Rp Rp 4.763.279
Artinya jika naik 10 persen estimasi selisih kenaikan sebesar Rp 400 ribu-an.
Namun, jika kenaikan UMK Bogor mengacu pada kenaikan UMP Jabar 2023 sebesar 7,88 maka kenaikan menjadi Rp 4.671.473,23.
Demikian itulah daftar daerah kabupaten/kota di Jawa Barat yang telah menyampaikan usulan kenaikan UMK.
Meski begitu, usulan masing-masing Bupati dan Wali Kota itu disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat paling lambat hingga 7 Desember 2022.
Jika terdapat kabupaten/kota yang tidak menetapkan UMK, maka besaran UMK mengacu pada UMP Jawa Barat 2023.
Adapun daftar upah minimum tersebut akan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2023.
Berikut UMK daerah di Jawa Barat 2023 jika naik 7,88 persen
1. UMK tahun 2022 Kota Bekasi Rp 4.816.921,17 menjadi Rp 5.196.494,
2. UMK tahun 2022 Kabupaten Karawang Rp 4.798.312,00 menjadi Rp 5.176.418,98
3. UMK tahun 2022 Kabupaten Bekasi Rp 4.791.843,90 menjadi Rp 5.169.441,199
4. UMK tahun 2022 Kota Depok Rp 4.377.231,93 menjadi Rp 4.722.157,80
5. UMK tahun 2022 Kota Bogor Rp 4.330.249,57 menjadi Rp 4.671.473,23
6. UMK tahun 2022 Kabupaten Bogor Rp 4.217.206,00 menjadi Rp 4.549.521,83
7. UMK tahun 2022 Kabupaten Purwakarta Rp 4.173.568,61 menjadi Rp 4.502.445,81
8. UMK tahun 2022 Kota Bandung Rp 3.774.860,78 menjadi Rp 4.072.319,80
9. UMK tahun 2022 Kota Cimahi Rp 3.272.668,50 menjadi Rp 3.530.554,77
10. UMK tahun 2022 Kabupaten Bandung Barat Rp 3.248.283,28 menjadi Rp 3.504.248
11. UMK tahun 2022 Kabupaten Sumedang Rp 3.241.929,67 menjadi Rp Rp 3.497.393,72
12. UMK tahun 2022 Kabupaten Bandung Rp 3.241.929,67 menjadi Rp 3.497.393,72
13. UMK tahun 2022 Kabupaten Sukabumi Rp 3.125.444,72 menjadi Rp 3.371.729,76
14. UMK tahun 2022 Kabupaten Sumedang Rp 3.064.218,08 menjadi Rp 3.305.678,46
15. UMK tahun 2022 Kabupaten Cianjur Rp 2.699.814,40 menjadi Rp 2.912.559,77
16. UMK tahun 2022 Kota Sukabumi Rp 2.562.434,01 menjadi Rp 2.764.353,809
17. UMK tahun 2022 Kabupaten Indramayu Rp 2.391.567,15 menjadi Rp Rp 2.580.022,64
18. UMK tahun 2022 Kota Tasikmalaya Rp 2.363.389,67 menjadi Rp 2.549.624,77
19. UMK tahun 2022 Kabupaten Tasikmalaya Rp 2.326.772,46 menjadi Rp 2.510.122,129
20. UMK tahun 2022 Kota Cirebon Rp 2.304.943,51 menjadi Rp 2.486.573,058
21. UMK tahun 2022 Kabupaten Cirebon Rp 2.279.982,77 menjadi Rp 2.459.645,41
22. UMK tahun 2022 Kabupaten Majalengka Rp 2.027.619,04 menjadi Rp 2.187.395,42
23. UMK tahun 2022 Kabupaten Garut Rp 1.975.220,92 24 menjadi Rp 2.130.868.32
24. UMK tahun 2022 Kabupaten Kuningan Rp 1.908.102,17 menjadi Rp 2.058.460,62
25. UMK tahun 2022 Kabupaten Ciamis Rp 1.897.867,14 menjadi Rp 2.047.419,07
26. UMK tahun 2022 Kabupaten Pangandaran Rp 1.884.364,08 27 menjadi Rp 2.032.851,96
27. UMK tahun 2022 Kota Banjar Rp 1.852.099,52 menjadi Rp 1.998.044,96
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/UMK-yang-diprediksi-memiliki-besaran-di-atas-Rp-4-juta-pada-2023.jpg)