Gempa Bumi di Cianjur

Gempa Susulan Makan Korban, Warga Perumahan Bumi Mas Cianjur Tertimpa Lemari Kaca Hingga Kaki Robek

Seorang warga perumahan Bumi Mas, Bayubud, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Asep Muhamad Surahman (16) tertimpa lemari kaca hingga kakinya robek.

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL M
Asep pelajar warga Perumahan Bumi Mas Cianjur masih tergolek lemah di tenda posko darurat ditemani sang ibu. TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL M 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Gempa susulan pada Rabu (30/11/2022) dirasakan cukup keras oleh warga Cianjur.

Seorang warga perumahan Bumi Mas, Bayubud, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Asep Muhamad Surahman (16) tertimpa lemari kaca hingga kakinya robek.

Asep selamat meski sempat syok dan kakinya terluka berdarah. Ia menjalani perawatan jahitan di dua bagian di kakinya dengan total 21 jahitan.

Ditemui di tenda pengungsi di Perumahan Bumi Mas, Asep mengatakan gempa susulan terjadi saat ia sedang mencuci pakaian di kamar mandi.

Baca juga: Pasca-Gempa Cianjur, Aktivitas di 6 Pasar di Cianjur Belum Normal, Pasar Tradisional Sudah Jalan

"Mungkin kaki masih licin dan basah saya terjatuh lalu lemari kaca menimpa saya," ujarnya yang masih terbaring di tenda posko saat ditemui, Kamis (1/12/2022) pagi ini.

Asep mengatakan, sejak rumahnya mau ambruk memang keluarganya sudah tinggal di tenda.

Namun sering bolak-balik ke rumah untuk membawa barang atau mencuci pakaian.

"Gempa pagi kemarin memang cukup keras dirasakan, warga semua panik, saya juga panik dari kamar mandi lari, namun kaki saya masih basah sehingga terjatuh, saat lemari bergoyang karena gempa tepat menimpa tubuh saya," ujar Asep.

Sang ibu, Fitri (39), membenarkan jika keluarganya masih suka bolak balik ke rumah untuk mengambil barang atau keperluan lainnya.

"Kemarin saya dengar juga ada imbauan sudah boleh ke rumah, makanya saat Asep mencuci baju di kamar mandi saya perbolehkan," katanya.

Namun pagi kemarin warga panik berteriak dan keluar rumah, saat itu juga ia berteriak memanggil anaknya untuk keluar rumah namun tak keluar-keluar.

"Rupanya anak saya tertimpa lemari kaca dan kesakitan untuk bergerak karena kakinya robek," ujar Fitri.

Medis klinik Ash Siddik, Wahyudin, membenarkan ia menerima pasien korban gempa susulan dari Bayubud.

"Kebetulan klinik Ash Siddik memang yang terdekat dari lokasi kejadian, korban kemarin ada 18 jahitan dan tiga jahitan di bagian lain. Pelayanan di klinik Ash-Siddiq untuk korban dampak gempa digratiskan," ujar Wahyudin.(fam)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved