Pasca-Gempa Cianjur, Aktivitas di 6 Pasar di Cianjur Belum Normal, Pasar Tradisional Sudah Jalan

sejak bencana terjadi, aktivitas jual beli terutama di sejumlah pasar tradisional masih bisa berjalan.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Pedagang daging ayam di Pasar Cipanas, Kabupaten Cianjur, Senin (7/3/2022). Aktivitas perdagangan di 6 pasar di Cianjur belum normal setelah gempa Cianjur. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat terus memantau aktivitas sebagian besar perdagangan dan industri di wilayah Kabupaten Cianjur pasca-gempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022) silam.

Kepala Disperindag Jabar Iendra Sofyan mengatakan berdasarkan pemantauan pihaknya sejak bencana terjadi, aktivitas jual beli terutama di sejumlah pasar tradisional masih bisa berjalan.

Meskipun dari 22 pasar yang ada di Cianjur, enam pasar yakni pasar rakyat Cipanas, pasar rakyat Ciranjang, Pasar Cigombong, Pasar Warungkondang, Pasar Muka, dan Pasar Induk Cianjur terdapat laporan kerusakan.

“Perdagangan di pasar tidak ada masalah, dari sisi kerusakan bervariasi namun tidak ada pasar yang roboh. Pantauan kami di kecamatan yang terdampak berat aktivitas jual beli masih belum normal, karena masih fokus pada penanganan bencana," katanya di Bandung, Kamis (1/12/2022).

Menurutnya di luar enam pasar yang terdampak, aktivitas jual beli di kecamatan yang tidak terdampak berat akibat gempa bumi dipastikan tetap berjalan normal. 

"Yang tidak terdampak berat masih normal," katanya.

Dari laporan Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jabar, tercatat kerusakan ruko, toko dan kios ada sebanyak 218 unit, kerusakan paling banyak terjadi di Pasar Cipanas sebanyak 132 kios.

Sementara fasilitas umum yang rusak di pasar terbanyak di Warungkondang dengan 3 fasiltas, dan 10 kantor pasar rusak. “Total ada 218 kios rusak, tiga fasum, dan 10 kantor pasar,” tuturnya.

Meski begitu, aktivitas perdagangan di pasar lain dipastikan tetap berjalan dengan baik, mengingat pasar yang ada di Cianjur juga turut menjadi tujuan donatur atau relawan untuk membeli bantuan bagi para korban gempa.

Sama halnya dengan aktivitas industri, Iendra memastikan industri di Cianjur sudah berjalan normal karena tidak berada di wilayah terdampak gempa.

“Industri normal. Sudah berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Disperindag Jabar sendiri sudah mendirikan Posko Bersama di tiga desa yakni Mekarjaya, Kutawaringin dan Pademangan Kecamatan Mande, Cianjur.

Mengampu 12 desa, Iendra bersyukur di wilayah tersebut tidak ada korban jiwa dari gempa besar yang terjadi dua pekan lalu.

“Ada bangunan yang rusak atau ambruk, tapi tidak seberat kecamatan lain. Di Mande, hanya dua desa yang agak berat, Mekarjaya dan Kutawaringin desa lainnya insyaallah aman,” tuturnya.

Namun dari pemantauan pihaknya juga dialog dengan warga terdampak di Mande, ada sejumlah kebutuhan spesifik yang diperlukan saat ini yakni tenda dan kebutuhan anak-anak dan bayi seperti popok.

Disperindag Jabar sendiri terus mendistribusikan dan mengkoordinasikan kebutuhan-kebutuhan para pengungsi yang ada di Kecamatan Mande. Iendra juga memastikan pihaknya terus melakukan pendataan di lapangan guna mendapatkan keterangan lebih lengkap terkait dampak gempa.(Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved