Gempa Bumi di Cianjur

Pengungsi Gempa Cianjur Sudah Boleh Pulang ke Rumah, Namun BMKG Berikan Syarat

BMKG mempersilakan pengungsi gempa Cianjur untuk kembali ke rumahnya masing-masing, menyusul terus melemahnya gempa susulan yang terjadi.

Tribun Jabar
Kondisi rumah rusak akibat diterjang longsor TPT di Kampung Karang Mulya, RT 3/1, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) longsor, Kamis (13/10/2022). 

TRIBUNJABAR.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mempersilakan pengungsi gempa Cianjur untuk kembali ke rumahnya masing-masing, menyusul terus melemahnya gempa susulan yang terjadi di Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan hasil monitoring selama tujuh hari terakhir, magnitudo aktivitas gempa susulan di Cianjur cenderung semakin mengecil dan frekuensi kejadiannya semakin jarang.

“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, maka masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing, dengan catatan kondisi bangunan rumahnya tidak mengalami kerusakan struktur,” imbau BMKG dalam keterangan pers yang diterima Tribun, Senin (28/11).

Warga, ujar BMKG dalam keterangannya, bisa kembali menata perabotan rumah. Namun, diimbau untuk membuat jalur evakuasi keluar yang lapang dan tidak terhalang oleh benda apapun.

Baca juga: Pengungsi Gempa Cianjur Kekurangan Tenda, Terpaksa Tidur di Bawah Plastik Persemaian Sayur

"Warga dianjurkan untuk menjauhkan seluruh benda-benda berat yang berada di atas perabotan (lemari dan lain-lain), atau benda-benda tergantung yang dapat berpotensi jatuh menimpa penghuninya jika terjadi guncangan," jelas BMKG.

Warga diminta tetap tenang dengan terus memonitor perkembangan terkini informasi gempabumi dari aplikasi mobile phone info BMKG (di-install dari play store atau app store). Warga juga bisa mengakses informasi terkini tentang gempa dengan menghubungi call center 196.

Huntara Jannati

Memasuki pekan kedua pasca-gempa, kemarin, pembangunan hunian sementara juga sudah mulai dilakukan, salah satunya oleh Dewa Eka Prayoga Foundation (DeEP-F). Mereka menginisiasi pembangunan Hunian Sementara Rasa Layanan Surgawi (Huntara Jannati).

Satu bangunan tahan gempa ini akan diberikan untuk 80 keluarga. Satu keluarga akan mendapatkan ruangan 10x10 meter.

Lewat Huntara Jannati, para korban gempa Cianjur tidak hanya mendapat hunian sementara, melainkan juga berbagai fasilitas lainnya, mulai makanan siap saji, bimbingan keimanan, bahkan hingga bantuan pemberdayaan ekonomi agar mereka kembali pulih seperti sedia kala.

Dua unit Huntara Jannati yang merupakan hasil kerja sama DeEP-F bersama Muhsinin Club dan Selamatkan Indonesia dengan Al-Quran (SIDAQ) Solidarity itu kini mulai berdiri di Kavling Madani Asri I (Babakan Gasol), Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Peresmian Huntara Jannati tahap pertama itu dipimpin langsung oleh Founder DeEP-F, Rendy Saputra dan ditandai dengan pembacaan surat Al Fatihah serta doa bersama.

Rendy Saputra mengatakan, Huntara Jannati merupakan program bantuan DeEP-F bagi korban gempa Cianjur secara holistik.

"Di Huntara ini ada empat fasilitas besar yang kami berikan. Ada hunian, makanan, penguatan keimanan, hingga keilmuan dakwah serta pemberdayaan ekonomi sebagai wujud recovery korban gempa Cianjur," ujar Rendy, kemarin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved