Gempa Bumi di Cianjur

Pengungsi Gempa Cianjur Kekurangan Tenda, Terpaksa Tidur di Bawah Plastik Persemaian Sayur

para pengungsi gempa Cianjur, di Pacet, Kabupaten Cianjur, mungkin masih terpaksa tidur di bawah plastik persemaian di kebun sayur.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kawasan pengungsi di Tunggilis, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Cianjur, yang kanan kirinya terdapat perkebunan sayur dan plastik persemaian sayur, Senin (28/11/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Andai saja rekaman video tentang mereka tak viral di media sosial, para pengungsi gempa Cianjur, di Kampung Tunggilis RT 01/05, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, mungkin masih terpaksa tidur di bawah plastik persemaian di kebun sayur di kampung tersebut.

Dalam rekaman video terlihat, para pengungsi gempa Cianjur hanya bisa telungkup atau telentang di bawah plastik yang tingginya tak lebih dari setengah meter.

Agar sedikit leluasa, di antara pengungsi gempa Cianjur ini menggali tanahnya sehingga paling tidak bisa duduk meski dengan leher sedikit ditekuk.

Ditemui di Kampung Tunggilis, Senin (28/11), Oding (26), salah seorang pengungsi mengatakan, mereka terpaksa tidur di bawah plastik persemaian karena tak ada cukup tenda untuk menampung para pengungsi di kampungnya.

Baca juga: Korban Gempa Cianjur Mengungsi ke Taraju, Tasikmalaya, Tempati Rumah di Kampung Sukasari

"Untuk tidur pada malam hari saja, Pak, karena kami memang kekurangan tenda," ujarnya.

Tapi, sejumlah pengungsi, kata Oding, kadang juga suka suka memanfaatkannya untuk tiduran, terutama pagi atau sore hari.

"Mungkin kebetulan ada yang merekam sehingga jadi viral," ujarnya.

Namun, karena video yang viral itu pula, ungkap Oding, ada donatur yang kemudian datang ke kampung mereka untuk memberi bantuan tenda.

"Sekarang kami sudah tidur di tenda, enggak lagi di bawah plastik persemaian sayur seperti beberapa hari lalu," ujarnya.

Pengungsian di Kampung Tunggilis dihuni sekitar 100 pengungsi. Pengungsian mereka, kata Oding, luput dari perhatian karena lokasinya yang sedikit "tersembunyi".

"Mungkin karena posko kami masuk dari jalan masuk gang kecil, jalan kaki, jadi jarang terlihat karena terhalang rumah-rumah," ujarnya.

Tak hanya di Kampung Tunggilis, pengungsian di kebun sayur juga terlihat di Desa Ciputri, yang juga berada di Kecamatan Pacet.

"Iya seperti itu kondisinya. Namun, di kami tak ada yang sampai tidur tiarap di plastik seperti itu," ujar H Daday (54), tokoh masyarakat RT 01/01, Desa Ciputri. Plastik-plastik persemaian sayur hanya mereka gunakan untuk menambal tenda yang bocor.

Ke Luar Daerah

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved