Pak Uu Sesalkan Kasus Bullying Santri di Tasikmalaya, Berharap Tak Akan Terulang Lagi

Uu mempertanyakan apakah santri yang melakukan bullying ini merupakan santri Salafiyah atau santri yang berbarengan dengan sekolah.

Tribun Priangan/ Aldi M Perdana
Uu Ruzhanul Ulum di Sirkuit Bukit Peusar, Kecamatan Mangkubumi, Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu (27/11/2022). 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M. Perdana

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyesali kasus bullying atau perundungan yang terjadi di salah satu pesantren di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) lalu.

"Saya berharap, santri salafiyah tidak boleh bersikap (melakukan bullying) seperti itu, kami harap (hal tersebut) tidak terulang kembali," ungkap Uu saat ditemui di Sirkuit Bukit Peusar, Kecamatan Mangkubumi, Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu (27/11/2022).

Uu mempertanyakan apakah santri yang melakukan bullying ini merupakan santri Salafiyah atau santri yang berbarengan dengan sekolah.

Baginya, hal tersebut berbeda, mengingat pendidikan, karakter, serta lingkungan antara santri Salafiyah dan santri yang berbarengan dengan sekolah itu cukup berbeda.

"Antara santri Salafiyah dengan santri yang bareng dengan sekolah, kadang-kadang gurunya juga berbeda. Perlu diketahui, santri Salafiyah itu didorong dan didukung pendidikan tekstual serta kontekstual oleh seorang Ajengan, oleh Kiai," sambung Uu.

Ia juga menjelaskan, seseorang yang menyandang status santri, harus memiliki pembeda dengan pelajar lain.

Baca juga: Kasus Bullying Santri di Tasikmalaya Berawal dari Tuduhan Mencuri,Polisi Kantongi Identitas 2 Pelaku

"Santri itu belajar ilmu yang bersifat ukhrawi (hal-hal yang berkaitan dengan akhirat). Ada 12 fan (bidang ilmu) yang dipelajari, dari mulai fiqih, tauhid, tasawuf, quran, hadis, dan lainnya. Di situ intinya adalah tentang kecintaan terhadap Allah SWT yang mengimplementasikan moral dan akhlak, budi pekerti yang luhur," terang Uu.

Dengan demikian, dirinya menyesali adanya kasus santri yang melakukan bullying terhadap sesama santri lainnya.

"Saya selaku komunitas pondok pesantren menyesalkan ada santri yang bersikap seperti itu," pungkasnya. (*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved