Polisi Tetapkan Satu Tersangka di Kasus Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Utang Pinjol

Polisi sudah menetapkan satu orang yang dianggap bertanggung jawab atas kasus ratusan mahasiswa IPB terjerat utang di pinjaman online.

Editor: Giri
nort shore bank
Ilustrasi - Polisi sudah menetapkan satu orang yang dianggap bertanggung jawab atas kasus ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) terjerat utang di pinjaman online (pinjol) 

TRIBUNJABAR.ID, KABUPATEN BOGOR - Polisi sudah menetapkan satu orang yang dianggap bertanggung jawab atas kasus ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) terjerat utang di pinjaman online (pinjol)

Satu orang yang menjadi tersangka itu berinisial SAN.

Atas kasus ini, polisi masih mengembangkannya.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin, di Mapolres Bogor, Cibinong, Kamis (17/11/2022), mengatakan, SAN merupakan pemilik toko online.

Dia ditetapkan tersangka seusai dilakukan pemeriksaan intensif terkait penipuan investasi yang menyebabkan ratusan mahasiswa terjerat pinjol.

Iman mengatakan, SAN dijerat Pasal 372 dan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan dan penggelapan.

"Dia masih di polres. Dan saat ini kami kenakan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan," ujarnya.

Iman menyampaikan, pihaknya masih terus mendalami motif tersangka melakukan penipuan investasi berkedok pinjol tersebut.

Menurut Iman, SAN tidak sendiri dalam menjaring ratusan mahasiswa IPB untuk kerja sama atau investasi suatu ‘proyek’.

Baca juga: SOSOK SAN, Terduga Penipu Ratusan Mahasiswa IPB Modus Pinjol,Sering Ribut hingga Meresahkan Tetangga

SAN diketahui bukan seorang mahasiswa IPB melainkan hanya seorang perempuan yang berprofesi sebagai pedagang elektronik.

Dia diduga kuat dibantu oleh orang lain untuk mengenal para mahasiswa IPB tersebut.

"Informasinya ada yang membantu namun kami masih melakukan pemeriksaan secara pro justitia. Nanti kami akan meminta keterangan juga terhadap orang-orang yang membantu berjalanannya pengumpulan mahasiswa yang pada akhirnya mereka jadi korban pinjol," ujarnya.

Hingga kini, Iman menambahkan, penyidik juga masih mengumpulkan alat bukti pelaku lain serta perannya yang secara aktif mengajak korban untuk investasi berujung terjerat pinjol.

"SAN perannya yang menawarkan investasi dengan keuntungan 10 persen dalam proyek itu," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved