Puluhan Drum Bahan Obat Mengandung EG dan DEG Hampir 100 Persen Ditemukan di Depok, Disita BPOM

Puluhan drum bahan baku obat tersebut memiliki kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) hampir seratus persen.

products.pcc.eu
Etilen Glikol (EG) CH2OH2. 

TRIBUNJABAR.ID, DEPOK - Puluhan drum bahan baku obat ditemukan Badan Pengawas Obat dan Makanan di kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat.

Puluhan drum bahan baku obat tersebut memiliki kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) hampir seratus persen.

BPOM pun langsung menyita bahan baku obat tersebut.

Penemuan tersebut bermula dari BPOM yang melakukan penyelidikan terkait dengan temuan obat batuk sirup yang ternyata memiliki kandungan EG dan DEG melebihi ambang batas, yakni dengan batas normal 0,1 persen.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Obat Sirup yang Tercemar Etilen Glikol, Ada 7 Merek yang Diumumkan BPOM

Kepala BPOM Penny K. Lukito, tindakan yang dilakukan perusahaan bahan kimia di Depok, Jawa Barat ini merupakan penipuan.

Pasalnya, kandungan yang sebenarnya berbeda yang dituliskan pada label kemasan.

"(Kami menemukan kandungan EG dan DEG tinggi di) salah satu gudang dari CV Samudra Cemical ya."

"Jalur distribusi bahan pelarut dari CV Samudra Chemical yang berhasil diidentifikasi oleh Badan POM, CV Samudra Chemical ini merupakan supplier dari distributor kimia CV APG," kata Penny K. Lukito dikutip dari Kompas Tv, Kamis (10/11/2022).

Sementara itu, pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan terkait produk obat dari perusahaan farmasi.

Setidaknya saat ini sebanyak 175 sampel telah diperiksa tim Puslabfor Polri.

Tak hanya produk obatnya, polisi juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut kepada perusahaan yang memasuk bahan baku obat mengandung EG dan DEG yang menyebabkan gagal ginjal akut.

"Dirtipidter Bareskrim Polri telah melanjutkan penyelidikan PT TBK dan CV MI yang diduga sebagai pemasok bahan baku obat yang mengandung EG dan DEG ke PT AF."

"Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait dengan dokumen penjualan dan penyebaran bahan baku," jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Nurul Azizah.

Baca juga: Update Obat Sirup yang Ditarik, Terbaru Ada Empat, Pemasok Diduga Lakukan Pemalsuan

Sebelumnya BPOM juga telah menarik sebanyak 69 obat sirup dari pasaran yang diproduksi oleh PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved