Jumat, 8 Mei 2026

Hadapi Ancaman Resesi Tahun Depan, Pengamat Ekonomi Unpas Bagikan Tips Kaum Milenial Kelola Bujet

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan Acuviarta Kartabi memberi tips kepada kaum milenial dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi tahun depan.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/NAPPISAH
Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi memberi tips kepada kaum milenial dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi tahun depan. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi memberi tips kepada kaum milenial dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi tahun depan.

"Saya berharap bahwa milenial harus lebih selektif dalam konsumsi karena bujet kita terbatas, istilah ekonomi itu Budget Constraint, kendala anggaran. Harus lebih prioritas," ucap Acuviarta saat ditemui tribunjabar.id, Selasa (1/11/2022).

Ia menambahkan, dalam belanja agar lebih mengatur skala prioritas, memiliki dana darurat dan tidak menambah utang dengan suku bunga yang tinggi.

"Semaksimal mungkin menggunakan pendanaan pribadi jangan pendanaan perbankan apalagi menggunakan dana ilegal yang memiliki bunga tinggi," kata Acu.

Baca juga: Hadapi Resesi Ekonomi Global 2023, Wali Kota Bandung Minta Warga Tak Panic Buying

Dari hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020), sebanyak 33,8 juta jiiwa atau 18,08 persen penduduk usia produktif berada di Provinsi Jawa Barat.

Penduduk usia produktif yang dioptimalkan dengan baik akan menjadi motor pembangunan di Indonesia dan di Jawa Barat pada khususnya.

Dari sisi produksi milenial, Acuviarta mengatakan tetap ada potensi pasar dengan segmentasi harga harus sedikit lebih rendah dibanding situasi yang biasa.

"Strategi bisa menekan harga, karena pasti ada respons terkait pendapatan masyarakat," ujarnya.

Kendati demikian, Acuviarta menyarankan untuk mengembangkan komunitas atau network jaringan pasar.

Baca juga: BI Optimis Tidak Akan Resesi 2023, Begini Kata Pengamat Ekonomi Acuviarta Kartabi

"Karena sekarang sudah digitalisasi jadi harus dimaksimalkan, tidak hanya itu tetapi masyarakat harus punya identitas produk atau ciri khas," ucap Acu. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved