Berawal dari Curhatan Warga, Polresta Bandung Ungkap Kasus Peredaran Miras Ilegal dan Obat Terlarang

Jajaran Polresta Bandung mengamankan penjual minuman keras dan obat-obatan terlarang di Soreang.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Penjual obat keras terlarang yang dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Bandung, Senin (31/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jajaran Polresta Bandung mengamankan penjual minuman keras dan obat-obatan terlarang di Soreang.

Penangkapan beserta barang buktinya dilakukan setelah polisi mendapat informasi dari warga.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, sebelumnya mendapat keluhan masyarakat Desa Parung Serab.

Saat itu Kusworo bersama para kasatnya langsung turun mendengarkan curhatan warga, mulai dari keluhan hingga keresahan warga di Aula Kantor Desa Parungserab, Jumat (29/10/2022). 

"Saat itu kami menerima saran dan masukan berkaitan dengan miras, berkaitan dengan premanisme, mekanisme mengenai cara mendapatkan SIM. Warga mengeluhkan terkait adanya peredaran miras ilegal dan obat keras terlarang," kata Kusworo, Senin (31/10/2022)

Kusworo kemudian langsung menurunkan anggotanya bersama aparat kewilayahan untuk menindaklanjutinya.

Jajaran kepolisian berhasil mengamankan tiga penjual minuman keras dan satu orang penjual obat keras terlarang.

Baca juga: Pabrik Tekstil di Kabupaten Bandung kirim 1000 Paket Sembako Untuk warga Terdampak Kenaikan BBM

"Kami bisa mengamankan sebanyak 1.479 butir obat-obatan terlarang jenis Heximer dan Tramadol. Kemudian sebanyak puluhan botol minuman keras ilegal dan juga tuak sebanyak delapan jeriken," kata Kusworo.

Polisi mengungkap penjualan minuman keras ilegal di tiga titik. 

Tersangka ZN, HM, dan W. Sedangkan yang menjual obat keras terlarang yakni DS.

Menurut Kusworo, tersangka DS sudah melaksanakan kegiatan menjual obat keras terlarang ini selama empat bulan. 

"Tersangka mendapatkan dari jual beli online, kemudian dijual bebas kepada masyarakat di Kecamatan Soreang," kata dia.

Baca juga: Bupati Dadang Supriatna Berharap Masuk 3 Besar di Porprov XIV, 8 Cabor Digelar di Kabupaten Bandung

Tersangka yang dihadirkan di Mapolresta Bandung saat menggelar konferensi pers hanya DS, sebagai tersangka penjual obat keras terlarang.

Kusworo mengatakan, tersangka penjual minuman keras ilegal hanya terkena tindak pidana ringan, maka prosesnya satu hari dan barang buktinya dihancurkan.

"Penerapan pasal bagi pengedar obat keras ini dengan Undang-undang Kesehatan. Ancaman hukuman 10 tahun penjara," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved