Tingkatkan Daya Saing Usaha, Pemprov Jabar Membuat Pengusaha Kecil Mendunia
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal terutama yang masih berskala kecil.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal terutama yang masih berskala kecil.
Revolusi Industri 4.0 dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi robotik, teknologi informasi, dan teknologi komunikasi, yang ditunjang oleh kemajuan ekonomi digital menjadi momentum yang tepat untuk mencapai hal tersebut.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan, saat ini semakin marak bisnis dan transaksi perdagangan yang menjadikan internet sebagai media komunikasi, kolaborasi, dan kooperasi antar pelaku.
Hal inipun harus disadari pemerintah, tak terkecuali Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.
Menurut Ridwan Kamil, dinas tersebut perlu mengambil peran dalam melakukan berbagai fasilitasi kebijakan, mengakselerasi, dan menjalankan pelayanan dengan prima untuk menghadirkan ekosistem baru industri dan perdagangan yang mampu bersaing di era digital.
"Untuk itu, dalam melaksanakan tugas dan peran-perannya diperlukan sistem perencanaan yang baik," kata Ridwan Kamil di Bandung, Selasa (25/10/2022).
Dia memastikan, dalam mendukung Industri Juara di Jawa Barat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat memberikan layanan dan fasilitasi kepada IKM Jawa Barat melalui UPTD Industri yang dimiliki, yaitu UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan serta UPTD Industri Logam. UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan mempunyai Satuan Pelayanan berdasarkan komiditi yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Barat.
Satuan pelayanan tersebut yaitu satuan Pelayanan Pengembangan Industri Kemasan, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Kerajinan Tasikmalaya, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Perkayuan Sumedang, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Perkulitan Garut, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Persepatuan Bandung, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Pertekstilan Bandung, dan Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Rotan Cirebon.
Sedangkan UPTD Industri Logam memiliki tiga satuan pelayanan untuk menjangkau IKM di daerah yang memiliki potensi pengembangan IKM yang bergerak di perlogaman.
Satuan pelayanan tersebut yaitu satuan Pelayanan Pengembangan Industri Logam Bandung, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Logam Sukabumi, dan Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Logam Bogor
"Kami terus mendorong pelaku usaha salah satunya industri kulit di Garut," katanya.
Ridwan Kamil menilai, pasar generasi Z atau milenial dan luar negeri adalah prospek pasar yang menjanjikan bagi pelaku industri perkulitan di Garut.
Adanya satuan pelayanan mesin penyamakan di sentra perkulitan sukaregang garut sangat membantu sekali untuk IKM ini terbukti dengan jumlah data layanan yang tercatat pada tahun 2021, satuan pelayanan penyamakan kulit garut melakukan pelayanan sebanyak 1.136 kali layanan mesin untuk para IKM.
Sedangkan pada tahun 2022 ini sampai bulan september sudah tercatat sebanyak 827 pelayanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gubernur-Jawa-Barat-Ridwan-Kamil-dorong-usaha-kecil-agar-bisa-menembus-pasar-dunia.jpg)