Tingkatkan Daya Saing Usaha, Pemprov Jabar Membuat Pengusaha Kecil Mendunia
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal terutama yang masih berskala kecil.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Untuk menggaet pasar yang lebih luas ini, kata Ridwan Kamil, para pelaku usaha harus mulai menggunakan teknologi informasi sebagai alat pemasaran.
Menurutnya, industri kerajinan kulit di Kabupaten Garut memiliki potensi bisnis yang besar. Tapi sayangnya, selama ini industri itu justru tak banyak berkembang.
"Perajin kulit di Sukaregang masih kurang memahami bagaimana memasarkan produk secara digital. Mayoritas pelaku usaha masih menjual produknya secara konvensional. Dia juga meminta pengusaha memanfaatkan bahan dari limbah tumbuhan untuk membuat sebagian produknya," katanya.
Untuk itu, dalam rangka pemulihan ekonomi, dia menekankan untuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha di Jawa Barat, salah satunya di Sukaregang, Garut.
"Kenali pasarnya, maksimalkan teknologi informasi agar menjangkau pasar yang lebih luas lagi," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengatakan, secara umum, Unit Pelaksana Teknis Daerah Industri Pangan, Olahan dan Kemasan (IPOK) memiliki fasilitas pembinaan, pelayanan permesinan serta sewa tanah atau bangunan untuk para pelaku usaha agar dapat beroperasi dan lebih berkembang lagi.
"Dalam prosesnya kita prioritaskan pada IKM binaan yang ada di Jawa Barat. Sehingga para pengusaha kecil yang awalnya masih menggunakan kemasan tradisional bisa lebih memiliki daya saing di pasar bebas," ujar Iendra.
UPTD yang berkantor di Jalan Sampurna Kota Bandung ini melaksanakan kegiatan teknis operasional dan kegiatan teknis penunjang tertentu di bidang pengembangan industri Pangan, Olahan, dan Kemasan, meliputi pengembangan teknologi dan pengembangan usaha.
Upaya Disperindag Provinsi Jawa Barat memberikan layanan untuk lebih memajukan lagi usaha perdagangan dengan melibatkan diri secara aktif kepada para Industri Kecil Menengah (IKM), stakeholder dan unit usaha lainnya agar lebih memenuhi standar kemasan yang baik dan lebih berdaya saing.
Melihat potensi industri yang berkembang di Provinsi Jabar, yang notabene sebagai penompang industri nasional sebesar 60 persen, Disperindag Provinsi Jawa Barat menyediakan beberapa program kegiatan bagi para industri kecil menengah khususnya generasi milenial.
Disperindag melalui UPTD IPOK menyediakan pelayanan Industri di antaranya adalah Satuan Pelayanan Rumah Kemasan yang menyediakan layanan berupa konsultasi desain kemasan, desain kemasan secara gratis, cetak dummy untuk test pasar, dan fasilitasi cetak untuk IKM terpilih.
Tahun 2021 ada 679 IKM baru di provinsi Jawa Barat yang tercatat untuk mengunjungi satuan pelayanan kemasan.
Ini dikarenakan IKM membutuhkan pelayanan kemasan apa lagi pada era semua serba digital membutuhkan peningkatan kualitas atau mutu kemasan yang menarik secara visual dalam penjualan melalui marketplace.
Sampai September 2022, sudah ada 564 IKM baru yang meminta pelayanan desain kemasan.
"Selain Satuan Pelayanan Kemasan dan Penyamakan Kulit Garut ada juga Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Rotan di Cirebon. Industri rotan di Cirebon sangat berkembang pesat sehingga pemasaran rotan yang menembus pasar ekspor dengan nilai ekspor mencapa 450 juta dolar AS pada tahun 2021, dengan tujuan ekspor ke kawasan Asia, Eropa, Australia, dan Amerika. Untuk itu Disperindag Provinsi Jawa Barat memberikan kontribusi cukup besar pada industri rotan dengan penyediaan layanan mesin industri untuk produksi bagi para IKM rotan," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gubernur-Jawa-Barat-Ridwan-Kamil-dorong-usaha-kecil-agar-bisa-menembus-pasar-dunia.jpg)