Kapolres Subang AKBP Sumarni Mengecek Stok Beras, Tersisa 5.000 Ton Cukup hingga Maret 2023
Guna memastikan stok beras untuk wilayah Kabupaten Subang, Kapolres Subang AKBP Sumarni mengecek dan monitoring stok beras ke gudang Bulog Subang.
Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Guna memastikan stok beras untuk wilayah Kabupaten Subang, Kapolres Subang AKBP Sumarni mengecek dan monitoring stok beras ke gudang Bulog Subang, Gudang Bulog Binong dan gudang Bulog Rancaudik, Kecamatan Binong Subang, Rabu (19/10/2022) sore
Dalam sidak atau pengecekan Stock Beras tersebut Kapolres Subang, AKBP Sumarni, didampingi Kapolsek Binong, IPTU Edi Juhedi, Kasat Reskrim Polres Subang, Kepala Bulog Sub Divre Subang, Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Subang, Kanit Tipikor Sat Reskrim Polres Subang, Kanit Ekonomi Sat Intelkam Polres Subang, beserta Personel Polres Subang.
Kapolres Subang, AKBP. Sumarni mengatakan bahwa, sebelumnya pihaknya berkoordinasi dengan pimpinan Bulog Kabupaten Subang terkait ketersedian kebutuhan pangan beras yang ada di Kabupaten Subang.
Baca juga: Masyarakat Subang Jangan Panik Soal Obat Sirup dan Paracetamol! Kadinkes: Ikuti Saja Anjuran Dokter
"Kami bersama para PJU Polres Subang mengunjungi Bulog sentra penggilingan padi yang ada di rancaudik dan Alhamdulilah di sentra penggilingan padi ini kapasitas setiap harinya mencapai 6 ton," ujar AKBP. Sumarni.
Menurut Sumarni, setelah berkordinasi bahwa ketersedian stok beras yang ada di Kabupaten Subang menurutnya masih mencukupi sampai panen Maret Tahun 2023
"Insya Allah sampai panen bulan maret tahun depan masih mencukupi," ungkapnya.
Bulog Kabupaten Subang masih memiliki 5000 ton beras yang siap disuplai untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Subang.
Kapolres bersama rombongan juga memantau kebutuhan pokok lainya seperti telur dan lain- lain.
"Kami hanya ingin memastikan ketersediaan beras untuk pasokan wilayah Subang serta memastikan tidak adanya penimbunan yang dapat menyengsarakan warga Kabupaten Subang," jelas AKBP. Sumarni.