Fortusis Jabar Sebut Ada Berbagai Dugaan Pelanggaran pada PPDB yang Telah Terinventarisasi

Dwi Subawanto menyebut ada berbagai dugaan indikasi pelanggaran yang telah terinterventarisasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
Istimewa
Ketua Fortusis Jabar, Dwi Subawanto. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jabar, Dwi Subawanto, menyebut ada berbagai dugaan indikasi pelanggaran yang telah terinterventarisasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 tingkat SMA/SMK/SLB negeri di Jabar.

"Indikasi pelanggaran, semisal indikasi penerimaan siswa baru di luar jalur resmi (PPDB online) dengan meminta kontribusi uang ke calon peserta didik baru. Lalu, menambah rombongan belajar dari jumlah kelas yang didaftarkan di PPDB online tanpa ada kesediaan kelas untuk belajar-mengajar, dan memungut sumbangan atau iuran biaya, MPLS, seragam atau kegiatan lain saat PPDB sebelum adanya musyawarah dengan orang tua siswa," kata Dwi saat dihubungi, Senin (17/10/2022).

Baca juga: Wagub Jabar: Laporkan Kalau Ada Pungli dan Tahan Ijazah Selama Proses PPDB

Baca juga: PPDB 2022 di Kota Bandung Selesai, Sekda Pastikan Semua Siswa Sudah Mendapatkan Sekolah

Indikasi lainya, Dwi mengatakan adanya rekayasa atau manipulasi jumlah rombel dengan mengurangi jumlah rombongan yang sebenarnya sehingga merugikan calon peserta didik baru.

Hal ini, kata Dwi, terindikasi adanya perubahan dalam Pergub Nomor 21 Tahun 2022 tentang perubahan atas Pergub Jabar Nomor 29 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis PPDB pada SMA, SMK, dan SLB pasal 29 huruf d angka 2.

"Kami (Fortusis) Jabar mendesak untuk segera pemda lewat Disdik Jabar bentuk tim independen yang anggotanya terdiri dari unsur pemerintahan, penegak hukum, dan masyarakat," katanya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved