Tragedi Arema vs Persebaya
Dirut PT LIB & Polisi yang Perintahkan Penembakan Gas Air Mata Tersangka Tragedi Stadion Kanjuruhan
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ahmad Hadian Lukita, sebagai tersangka dalam tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 Aremania.
“Banyak faktor. Pada temuan awal, stadion termasuk faktor yang dicatat turut menjadi penyebab tragedi itu. Faktor-faktor lainnya adalah penyelenggara dan panpelnya, pengendalian keamanan, suporter, regulasi, dan lain-lain,” ujar Mahfud.
Mahfud menjelaskan, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan yang ia pimpin juga akan mencari akar permasalahannya.
Selama ini, ujar Mahfud, setiap kali tragedi terjadi dan investigasi dilakukan, hasil temuannya cenderung berkisar pada teknis penyelenggaraan, sementara akar permasalahannya tidak tertangani.
“Ini menjadi pukulan bagi kita karena bukan hanya menjadi masalah nasional, tapi juga menjadi sorotan dunia internasional,” ujar Mahfud.
Terkait permasalahan stadion, Mahfud mengungkapkan, Presiden Joko Wiododo telah meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera meneliti dan memperbaiki semua stadion di Indonesia.
“Agar memenuhi standar yang diatur secara internasional maupun nasional,” ujar Mahfud.
Data Kementerian PPPA mencatat, 33 dari 131 korban tewas yang sejauh ini teridentifikasi adalah anak-anak usia 4-17 tahun. Korban masih dimungkinkan bertambah. Terlebih, berdasar catatan Aremania, hingga Selasa (4/10) malam, empat anak masih belum ditemukan.
Menyusul tragedi ini, hingga kemarin, ratusan spanduk dan poster bertuliskan "Usut Tuntas tragedi Stadion Kanjuruhan" masih bertebaran di berbagai titik di wilayah Malang Raya.
Poster bernada tuntutan itu terlihat mulai marak ditemukan sejak Selasa (4/10) pagi. Kebanyakan menggunakan kain hitam dengan tulisan warna putih, atau kain putih dengan tulisan warna hitam.
Ratusan spanduk yang terpasang di hampir seluruh sudut wilayah Malang Raya tersebut mewakili sejuta harapan banyak korban yang kehilangan nyawanya. (tribunnetwork/igman ibrahim/abdi ryanda shakti)