Motor Dinas Dipakai Edarkan Narkoba, Seorang Honorer di Garut Ditangkap Polisi

Seorang pegawai honorer di Pemkab Garut ditangkap polisi karena mengedarkan narkoba.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Satres Narkoba Polres Garut mengamankan puluhan yang terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang. Seorang di antaranya merupakan honorer di Pemerintahan Kabupaten Garut. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Satuan Reserse Narkoba Polres Garut mengamankan puluhan orang yang terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

Ada 30 orang yang jadi tersangka, 5 di antaranya pelaku pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring) dan satu pengedar sabu yang merupakan seorang honorer.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, mereka ditangkap dalam kurung waktu dua bulan, yakni Agustus hingga September 2022.

"Salah satunya juga ada tersangka dengan inisial AA (39), merupakan seorang honorer di Pemerintahan Kabupaten Garut, dia mengedarkan menggunakan kendaraan dinas berpelat merah," ujarnya dalam ekspose kasus tersebut di Mapolres Garut, Senin (3/9/2022).

Ia menuturkan tersangka menggunakan kendaraan dinas roda dua saat mengedarkan narkoba ke beberapa tempat.

Kendaraan dinas tersebut dipakai untuk mengelabui polisi.

"Dia menempelkan narkoba di beberapa titik, yang akhirnya nanti akan diambil oleh pembelinya," kata AKBP Wirdhanto.

Tersangka diketahui sudah menjalankan bisnis haramnya itu sejak enam bulan terakhir.

Barang yang dijual oleh tersangka merupakan narkotika jenis sabu-sabu.

"Dia menjual narkotika sabu-sabu, sudah enam bulan operasi, saat ditangkap kami mengamankan 3,53 gram," ucapnya.

Ia menuturkan Tim Sancang juga mengamankan seorang warga Aceh yang merupakan pengedar obat-obatan terlarang dan narkotika.

Pihaknya juga saat ini tengah melakukan pengembangan lanjutan atas ditangkapnya para tersangka.

Para tersangka diancam dengan pasal berbeda, untuk narkotika dikenakan Pasal 111 dan atau Pasal 112 dan atau Pasal 114 dan atau Pasal 132 UU RI no 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun.

Untuk Psikotropika dikenakan Pasal 62 dan atau Pasal 60 Ayat (5) UU RI Tahun 1997, ancaman hukuman 15 tahun.

"Kemudian untuk obat-obatan dikenakan Pasal 196, 198 UU Nomor 36 tahun 2009 Jo Pasal 83 UU RI no 36 tahun 2014 tentang kesehatan dan tenaga kesehatan, ancaman hukumannya 15 tahun," ujar Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono.

Baca juga: Otak Jahat, 2 Pemuda di Bandung Bikin Uang Palsu untuk Beli Rokok, Kembalian Uang Asli untuk Narkoba

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved