Jawa Barat Tawarkan Investasi Rp 59 Triliun di Sektor Energi Hijau dan Pangan

Jawa Barat menawarkan investasi rp 59 triliun di sektor energi hijau dan pangan

Editor: Siti Fatimah
Muhamad Syarif Abdussalam
Acara JAPRI (Jabar Punya Informasi) Vol 103 di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (3/10/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jabar bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menawarkan investasi puluhan proyek senilai Rp 59,73 triliun di West Java Investment Summit (WJIS) 2022 yang akan digelar pada tanggal 5-6 Oktober 2022.

Proyek yang ditawarkan di WJIS 2022 tersebut adalah proyek sektor energi terbarukan atau renewable energy sebanyak 17 proyek, kemudian 10 proyek sektor food security atau ketahanan pangan, dan 5 proyek pemerintah.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Bambang Pramono menyebutkan dalam WJIS akan ditawarkan sejumlah proyek investasi dengan total nilai mencapai Rp 59,73 triliun.

Sebagai contohnya, untuk food security_ proyek yang ditawarkan di antaranya revitalisasi pabrik gula milik RNI berlokasi di Kabupaten Subang senilai Rp 1,3 triliun.

Kemudian, pembangunan pabrik susu di Kabupaten Bandung senilai Rp 104 miliar.

"Food security menjadi isu penting usai kasus Covid-19. Setiap negara berlomba untuk mencapai ketahanan pangan untuk negaranya sendiri. Semua ingin memastikan kecukupan pangan bagi rakyatnya. Sehingga mampu mengendalikan produksi, distribusi, hingga inflasi dengan baik," tuturnya dalam acara JAPRI (Jabar Punya Informasi) Vol 103 di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (3/10/2022). 
 

Terkait negara mana yang paling berminat untuk investasi ke Jabar, menurutnya, minat atau tidaknya investor tergantung promosinya. Makanya, Jabar pintar saat berpromosi.

"Paling tidak kami Bank Indonesia melalui kantor perwakilan, terus ada di Jepang ada di London, ada di Amerika, ada di Singapura, dan Beijing. Kita harus terus promosi dan selalu setiap ini kita ajak beberapa project yang ada di Jawa Barat untuk kemudian sounding kepada para investor," katanya.

Di tengah resesi dunia, menurut Bambang, Jabar pun harus meyakinkan investor. Menawarkan iklim yang masih sehat untuk berinvestasi, terutama di sektor pangan dan energi yang kini menjadi perhatian utama dunia.

Selain food security, renewable energy atau energi terbarukan juga menjadi isu yang bakal ditawarkan dalam WJIS nanti. Isu energi hijau ini tengah menjadi perhatian dunia di tengah kondisi bumi yang kian memanas.

Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Permadi Mohamad Nurhikmah mengatakan, pada WJIS nanti, akan ditawarkan investasi bidang energi baru terbarukan senilai lebih dari Rp 25 triliun.

"Jabar juga memiliki target mendorong bauran energi baru terbarukan cukup besar. Tahun ini ditargetkan mencapai 38 persen. Jabar siap untuk menyuplai kebutuhan EBT (energi baru terbarukan) bagi PLN di masa mendatang," ucapnya.
 

Proyek energi tersebut, katanya, di antaranya ada stasiun pengisian kendaraan listrik umum Cibitung, Cibuni Citatih, Cikembang, Citarum, dan Cilaki.

Kemudian ada geothermal working area di Cisolok, Sukarame, working area Galunggung, ada juga proyek Cirata floating power plan ada Garut wind farm.
 

Nilai realisasi investasi di Jawa Barat sampai semester pertama 2022 sudah mencapai Rp 83,5 triliun.

Nilai itu masih yang tertinggi di antara realisasi investasi provinsi lain.

Analis Kebijakan Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Deni Rusyana mengatakan, Jabar masih menjadi minat utama investor untuk masuk karena didukung banyaknya kemudahan berinvestasi, mulai dari ketersediaan infrastruktur sampai mudahnya mengurus perizinan. 

Selain itu, informasi peluang investasi di Jabar juga terus disampaikan, seperti melalui berbagai kegiatan pameran. Salah satunya, West Java Investment Summit atau WJIS. Pemda Provinsi Jabar bersama Bank Indonesia menggelar event promosi investasi berbalut kegiatan WJIS itu pada Rabu (5/10/2022) dan Kamis (6/10/2022).

"WJIS sebagai salah satu upaya terus mendorong pertumbuhan investasi di Jabar. Dengan meningkatnya investasi, maka tentunya akan memiliki efek positif bagi perekonomian Jabar. Misalnya, terbuka lowongan pekerjaan," kata Deni.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved