Kasus Ferdy Sambo

Berkas Kasus Ferdy Sambo Dinyatakan Lengkap, Bisakah Putri Candrawathi Ditahan? Ini Kata Pengamat

Ada kemungkinan Putri Candrawathi akan ditahan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah diserahkan Bareskrim Polri.

Kolase Tribun Jabar
Brigadir J, Putri Candrawathi, dan Irjen Ferdy Sambo 

TRIBUNJABAR.ID - Berkas kasus dugaan pembunuhan berencana dan Obstruction of Justice di kasus polisi tembak polsi yang tewaskan Brigadir J dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Meski berkas sudah dinyatakan lengkap atau P21, belum ada kepastian apakah istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, akan ditahan.

Menurut Pengamat Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan, ada kemungkinan penahanan Putri Candrawathi.

Ada kemungkinan Putri Candrawathi akan ditahan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah diserahkan Bareskrim Polri.

Menurutnya jika melihat objektivitas syarat penahanan, para tersangka bisa langsung ditahan saat tahap II atau pelimpahan berkas perkara dari Kepolisian ke Kejaksaan.

Namun dalam hal subjektivitas, penyidik atau penuntut bisa saja tidak melakukan penahanan dengan meyakini para terdakwa tidak menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya.

Asep menambahkan setelah para tersangka diserahkan ke kejaksaan, kewenangan sudah beralih ke penuntut umum. Termasuk soal penahanan para tersangka.

Baca juga: Ibu Brigadir J Minta Pasal 340 Dijalankan dengan Baik di Kasus Ferdy Sambo

"Penahanan ini kewenangan penyidik, penuntut, dan hakim. Kalau sekarang PC tidak ditahan oleh Polisi, mungkin juga oleh jaksa ditahan, karena memnuhi persyaratan yakni ancaman hukuman lebih dari lima tahun," ujar Asep seperti dikutip dari KompasTV, Jumat (30/9/2022).

Terkait dengan dakwaan, Asep menilai ada kemungkinan dakwaan antar terdakwa tidak sama mengingat ada tindak pidana menghalangi penyidikan atau obstruction of justice.

Menurutnya untuk perkara Ferdy Sambo, dakwaan akan bersifat kumulatif mulai dari dakwaan pembunuhan, pembunuhan berencana hingga obstruction of justice. Artinya, akan ada pasal berlapis yang diberikan terhadap Ferdy Sambo.

Namun, untuk vonis yang diberikan, tidak berlaku secara kumulatif. Jika dalam dakwaan primer terbukti dan dijatuhkan hukuman mati atau penjara seumur hidup, maka tidak bisa dilakukan hukuman tambahan pidana lainnya meski dakwaan alternatif juga terbukti.

"Kalau vonis mati, seumur hidup tidak ada hukuman tambahan. Kecuali kalau divonis penjara di bawah 20 tahun, bisa ditambah hukuman dari dakwaan lain dan tidak boleh lebih dari 20 tahun penjara," ujar Asep.

Berkas Lengkap

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menyatakan berkas perkara para tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J telah dinyatakan lengkap.

Baca juga: Eks Jubir KPK Jadi Kuasa Hukum Putri Candrawathi, Novel Baswedan Kecewa: Sebaiknya Mundur Saja

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved