Ibu Brigadir J Minta Pasal 340 Dijalankan dengan Baik di Kasus Ferdy Sambo

Rosti Hutabarat berharap para pelaku yang membuat nyawa anaknya hilang mendapat hukuman setimpal.

Editor: Giri
KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Ibu Brigadir J Rosti Hutabarat (kedua dari kanan) dan pacar Brigadir J, Vera Simanjuntak (tengah) saat ditemui di Hotel Santika Premiere, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (29/9/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Rosti Hutabarat berharap para pelaku yang membuat nyawa anaknya hilang mendapat hukuman setimpal.

Rosti merupakan ibu Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Brigadir J meninggal dunia karena ditembak di rumah dinas Kadiv Propam Polri yang kala itu dijabat Irjen Ferdy Sambo.

Dia ditembak Bharada E karena disuruh Irjen Ferdy Sambo.

Peristiwa itu terjadi pada 8 Juli 2022.

Kini, berkas kasus pembunuhan berencana Brigadir J telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dengan demikian, proses persidangan pun akan segera digelar.

"Kami ingin mengungkap kebenaran dan keadilan seadil-adilnya, agar terungkap seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku," ujar Rosti dalam jumpa pers di Hotel Santika Premiere, Jakarta Barat, Kamis (29/9/2022).

Rosti berharap penegakan hukum pada kasus anaknya bisa ditegakkan sebaik-baiknya.

Baca juga: SOSOK Febri Diansyah, Mantan Jubir KPK yang Bikin Novel Baswedan Kecewa karena Bela Istri Sambo

Dia juga mendorong proses pengungkapan kasus ini terus dilakukan secara transparan.

"Semoga penegakan hukum, jaksa maupun hakim dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya, setransparan-transparannya mungkin agar pengadilan nanti berjalan dengan seadil-adilnya," tuturnya.

"Dan pelaku dihukum sesuai dengan perbuatan mereka dan seberat-beratnya. Hukum Pasal 340 harus dijalankan dengan baik," imbuh Rosti.

Dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J ini, tersangka terdiri dari lima orang.

Baca juga: Jenderal Bintang Dua Juga Manusia Biasa, Ferdy Sambo Minta Maaf Atas Kasus Meninggalnya Brigadir J

Mereka adalah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawati, Bharada E atau Richard Eliezer (ajudan Ferdy Sambo), Bripka Ricky Rizal (ajudan Ferdy Sambo), dan Kuat Ma’ruf (asisten keluarga Ferdy Sambo).

Kelima tersangka itu dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 338 juncto 55 dan 56 KUHP dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 tahun. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ibu Brigadir J: Semoga Jaksa dan Hakim Jujur Agar Kebenaran Terungkap Seadil-adilnya"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved