Warga Takut Sama Nyai, Euis & Roya, Buaya Sungai Cikaso Sukabumi yang Kerap Muncul, Khawatirkan Ini

Tiga buaya yang diberi nama Roya, Euis dan Nyai yang kerap muncul di sungai Cikaso, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi membuat warga ketakutan

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Darajat Arianto
Istimewa/ Dok Iji Pahrudin
Tiga buaya yang diberi nama Roya, Euis dan Nyai yang kerap muncul di sungai Cikaso, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi membuat warga ketakutan. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Tiga ekor buaya yang diberi nama Roya, Euis dan Nyai yang kerap muncul di sungai Cikaso, Desa/Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat membuat warga ketakutan.

Bukan tanpa alasan, warga takut buaya menerkam saat warga menyeberangi sungai dengan perahu. Diketahui, warga sering beraktivitas dengan perahu sebagai mobilisasi untuk sampai ke Kedusunan Kadudahung, Kampung Ciloma, Desa Cibitung, aktivitas wisata hingga aktivitas nelayan.

Kepala Desa Cibitung, Iji Pahrudin mengatakan, warga mengetahui ada enam ekor buaya yang ada di sungai Cikaso. Namun, yang sering menampakkan diri terdapat tiga ekor buaya.

"Kalau yang sering nampak itu ada tiga ekor menurut informasi warga, kalau banyaknya katanya ada enam ekor, cuman dulu kalau tidak salah tahun 2019 kena jaring nelayan sudah diambil sama dinas terkait, alhamdulillah keberadaan buaya itu masih bersahabat dengan masyarakat, cuman kekhawatiran masyarakat agak meningkat karena seringnya muncul lagi buaya," ujarnya via telepon, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Ngerinya Cerita Buaya Jelmaan Manusia Jadi Bapaknya Buaya Sungai Cikaso Sukabumi, Buaya Kini Muncul

Iji menjelaskan, warga memberi nama tiga buaya itu dengan sebutan Roya, Euis dan Nyai karena warna dan bobotnya yang berbeda.

"Kenapa kita bisa memastikan lebih dari satu ekor?, karena warnanya ada yang beda, ada yang agak hitam dan ada yang ke kuning kuningan, kalau julukan terhadap buaya itu mungkin dari masyarakat ada nama Euis, Nyai dan Roya, itu yang tiga dikasih nama oleh masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, buaya Euis memiliki kisaran panjang sekitar 4 meter dan bobot berat 1,5 kwintal, buaya Nyai lebih kecil dari buaya Euis, sedangkan buaya Roya memiliki ukuran dan bobot lebih besar dari Euis dan Nyai.

"Yang lebih besar itu yang bentuk fisiknya hitam dinamai Roya, katanya itu merupakan bapaknya," ujarnya.

Iji mengatakan, buaya bernama Roya pernah membuat perahu pengakut bantuan BPNT untuk warga di Kadusunan Kadudahung terbalik tahun 2018.

"Pernah kejadian 2018 pak kadus lagi bawa beras bantuan masyarakat BPNT sempat tersungkur oleh yang namanya Roya itu yang lebih gede, dia warnanya agak hitam besar, kalau menurut informasinya panjangnya kurang lebih 5 meter dan beratnya kurang lebih 2 kwintal," ucapnya.

Baca juga: Detik-detik Evakuasi Buaya dari Kolam Ikan di Subang, Butuh Waktu Satu Jam untuk Angkat Buaya

Tak hanya membuat perahu terbalik, buaya itu juga kerap memangsa hewan ternak warga, kambing warga pernah ada yang dimangsa, bahkan jala nelayan juga pernah rusak oleh buaya tersebut.

"Sejauh ini keberadaan buaya belum dan tidak memakan korban manusia, kalau hewan sering, misalkan kambing, anjing yang sudah ada laporan dari masyarakat diterkam buaya bernama Roya itu, kalau untuk korban masyarakat alhamdulillah sampai saat ini belum ada," kata Iji.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved