Harga Telur Merosot, Dalam Sehari Penurunan Harga Bisa Tembus Rp 1.000, Begini Kondisi di Pengecer

Harga telur ayam ras di pasar eceran di Ciamis terus menerus merosot. Dalam sehari bisa terjadi penurunan harga sampai Rp  1.000.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/ Cikwan Suwandi
ILUSTRASI pedagang telur ayam. Harga telur ayam ras di pasar eceran di Ciamis terus menerus merosot. Dalam sehari bisa terjadi penurunan harga sampai Rp  1.000. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Harga telur ayam ras di pasar eceran di Ciamis terus menerus merosot.

Dalam sehari bisa terjadi penurunan harga sampai Rp  1.000.

Seperti di Pasar Subuh Ciamis harga telur ayam ras Kamis (22/9) masih di kisaran Rp 26.000 per kg. Tapi Jumat (23/9) sudah turun ke angka Rp 25.000 per kg.

Bahkan di toko pakan ternak di bunderan stadion Ciamis,  telur ayam ras sudah dijual dengan harga Rp 24.500 per kg.

“Harga telur semakin turun saja. Ini hari kedua harga telur Rp 25.000 per kg. Turun dari Rp 26.000 per kg,” ujar H Anas, pedagang sembako, pakan unggas dan telur di Pasar Subuh Ciamis kepada Tribun Jumat (23/9/2022).

Harga telur di tingkat eceran  di kisaran Rp 25.000 per kg tersebut menurut H Anas cukup rendah.

“Sekarang banyak peternak yang mengeluh, harga pakan semakin mahal tetapi harga telur semakin turun. Normalnya harga telur di tingkat pasar eceran sekitar Rp 28.000 per kg. Dan harga telur di kandang peternak di kisaran Rp 25.000-Rp 26.000 per kg,” katanya.

Harga pakan kualitas pabrik menurut H Anas saat ini sudah mencapai Rp 8.200 per kg sedang kan yang kualitas rendah Rp 7.000 per kg. Berikut ongkos angkut juga naik setelah terjadi kenaikan harga BBM.

Sebelumnya H Kuswara Suwarman pengelola peternak ayam Tanjung Mulya Grup Panumbangan dalam seminggu ini harga telur ayam ras di tingkat peternak di Ciamis anjlok dari Rp 23.000 per kg  ke angka Rp 20.000-Rp 21.000 per kg.

Harga telur di tingkat peternak pada kisaran Rp 20,000-Rp 21.000 per kg tersebut menurut H  Kuswara, jauh di bawah biaya pokok produksi (BPP/BEP) telur yakni  di kisaran Rp 22.000 per kg.

“Sekarang peternak ayam petelur sedang merugi,” ujar H Kuswara. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved