Masalah BLT di Talun Sumedang, dari Beli Kupon Gerak Jalan hingga Lunas PBB, Kini Didalami Polisi

Tak hanya soal dugaan pemaksaan pembelian kupon, polisi juga mendalami dugaan lainnya, yakni keharusan membawa surat vaksin dan bukti lunas PBB

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/ warga- Agun
Dadang Juhadi (38), menunjukkan kupon gerak jalan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara. 

TRIBUNJABAR, SUMEDANG - Kepolisian Resor (Polres) Sumedang masih mendalami kasus dugaan pemaksaan pembelian kupon gerak jalan terhadap warga yang akan mencairkan uang bantuan langsung tunai (BLT) BBM di Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

Kapolres Sumedang, AKBP Indra Setiawan, menegaskan hal itu saat dihubungi, Rabu (21/9/2022).

Tak hanya soal dugaan pemaksaan pembelian kupon, ujar Kapolres, polisi juga mendalami dugaan lainnya, yakni keharusan membawa surat vaksin dan bukti lunas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga yang akan mencairkan BLT.

"Itu juga kami dalami," ujarnya.

Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Dedi Juhana, mengatakan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Sumedang telah mengundang sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.

"Termasuk aparatur pemerintahan kelurahan Talun, Ketua RT/RW, " ucap Dedi.

Namun, Dedi belum bersedia mengungkap hasil pemeriksaan tersebut.

"Masih penyelidikan," ujarnya.

Baca juga: Dugaan Penyunatan BLT BBM di Kelurahan Talun Sumedang, Polres Juga Akan Dalami soal Ini

Dugaan pemotongan BLT di Kelurahan Talun terungkap menyusul keluhan warga mengaku keberatan karena harus membeli kupon gerak jalan saat hendak mencairkan BLT di kantor kelurahan.

"Saya diminta Rp 15 ribu ketika mengantre untuk mendapatkan BLT itu," kata Hari Suryadi (40), warga Talun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved