Kampung Sukawayana di Sukabumi Berubah Jadi Kampung Mati, Rumah-rumah Ditinggal Penghuninya

Kampung Sukawayana RT 02 RW 02 Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berubah bak kampung mati.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Giri
Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Suasana di Kampung Sukawayana RT 02 RW 02 Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (21/9/2022). Beberapa warga di Kampung Sukawayana memilih meninggalkan rumah karena rusak akibat bencana tanah bergerak. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kampung Sukawayana RT 02 RW 02 Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berubah bak kampung mati.

Tak ada tanda-tanda kehidupan di sana.

Warga memilih meninggalkan rumah mereka karena tak kunjung ada bantuan dari pemerintah.

Kampung Sukawayana merupakan korban pergerakan tanah.

Ketua RT 02 Kampung Sukawayana, Bayu, mengatakan, warga ada yang mengontrak dan ada yang tinggal di warung tempat berjualan di pinggir jalan raya nasional yang tidak jauh dari perkampungan.

Baca juga: Bawaslu Kota Sukabumi Buka Pendaftaran Panwascam, Bisa Online Melalui Situs Ini, Catat Tanggalnya

Pantauan di lapangan, kondisi perkampungan korban pergerakan tanah itu tidak terlihat aktivitas warga seperti biasanya. Bangunan rumah yang rusak pun sudah dipenuhi ilalang dan semak.

"Mereka ada yang ngontrak, ada yang nempel di warung-warung. Sekarang hampir setahun. Mereka itu intinya bingung gimana caranya untuk bisa memperbaiki rumah mereka kembali, sedangkan bantuan itu tidak ada sama sekali, khususnya untuk membangun kembali," ujar Bayu ditemui di rumahnya, Rabu (21/9/2022).

Bayu menyebutkan, terdapat enam rumah di lokasi itu yang rusak parah dan ditinggalkan penghuninya.

Menurutnya, warga sangat berharap pemerintah segera memberikan bantuan perbaikan rumah.

Baca juga: Masih Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Relokasi Korban Pergerakan Tanah di Sukabumi Masih Diverifikasi

"Yang parahnya saja sekitar empat, yang retak-retak banyak. Yang ditinggalkan itu sekitar enam rumah. Cuma, yang dipermasalahkan itu, warga saya sendiri belum bisa kembali karena rumah mereka itu rusak, apalagi yang rusak total," ucapnya.

"Harapannya, untuk Pemerintah Kabupaten Sukabumi mohon dengan sangat, saya selaku ketua RT mohon mereka dibantu sebisa mungkin, berupa apa saja, supaya mereka bisa kembali lagi ke rumah masing-masing, jangan sampai telantar. Kalau ngontrak kan mereka itu Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu per bulan, tahu sendiri lah ekonomi sekarang, ditambah kenaikan BBM," katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved