Masih Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Relokasi Korban Pergerakan Tanah di Sukabumi Masih Diverifikasi

Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra mengatakan, soal relokasi korban pergerakan tanah masih tahap verifikasi kelengkapan administrasi

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/M RIZAL JALALUDIN
Puluhan korban pergerakan tanah di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat masih menunggu kepastian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/9/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Puluhan korban pergerakan tanah di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat masih menunggu kepastian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi.

Warga ada yang terpaksa tetap tinggal di rumah yang sudah rusak dan nyaris roboh.

Adapula yang terpaksa tinggal dikontrakan tanpa bantuan pembayaran dari pemerintah, warga pun berharap segera ada kepastian relokasi.

Menjawab keluhan para korban, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra mengatakan, saat ini masih tahap awal dan masih tahap verifikasi kelengkapan administrasi untuk relokasi korban pergerakan tanah.

"Masih tahapan awal, karena lahan yang dipersiapkan dengan PTPN juga belum, masih tahap verifikasi kelengkapan administrasi," kata Wawan via perpesanan, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Di Balik Hari Jadi Kabupaten Sukabumi, Korban Pergerakan Tanah Kebingunan Tak Dapat Tempat Relokasi

Sebelumnya, warga membandingkan dengan kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke 152 yang dapat terlaksana. Namun, relokasi untuk korban pergerakan tanah masih belum ada kepastian.

"Iya kami kemarin senang sekali lihat hari ulang tahun Kabupaten Sukabumi begitu meriah, bahkan bapak Bupati, para pejabat datang, saya senang sekali sebagai warga Kabupaten Sukabumi. Tapi, kami miris, kami sedih, kami korban bencana, merayakan hari ulang tahun Kabupaten Sukabumi saja begitu meriahnya," kata seorang korban, Enung Nuraeni (43) ditemui di lokasi, Selasa (20/9/2022).

Catatan Tribunjabar.id, peristiwa itu pertama kali terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Sabtu (6/11/2021) silam. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved