Kejamnya Rentenir di Garut

Duduk Perkara Rentenir Robohkan Rumah Warga yang Tak Mampu Bayar, Utang 1,3 Juta Jadi Rp 15 Juta

Hutang yang menjerat Undang berawal dari tahun 2020, saat itu istrinya meminjam uang kepada seorang rentenir yang berinisial A sebesar Rp 1,3 juta.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI
Kondisi rumah Undang, Jumat (16/9/2022) yang rata dengan tanah lantaran tidak sanggup membayar utang kepada seorang rentenir sebesar Rp 1,3 juta di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Rumah Undang (47) warga Garut dirobohkan rentenir gara-gara tidak mampu membayar hutang sebesar Rp 1,3 juta.

Peristiwa tersebut terjadi Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 10 September 2022.

Hutang yang menjerat Undang berawal dari tahun 2020, saat itu istrinya meminjam uang kepada seorang rentenir yang berinisial A sebesar Rp 1,3 juta.

Pinjaman tersebut disertai bunga bulanan sebesar Rp 350 ribu.

"Jika tidak bisa melunasi keseluruhannya, klien kami hanya membayar bunganya saja perbulan," ujar kuasa hukum korban, Syam Yousef kepada Tribunjabar.id, Minggu (18/9/2022).

Ia menuturkan karena keterbatasan ekonomi, kliennya itu hanya mampu membayar bunga dari pinjaman tersebut.

Puing-puing rumah milik Undang (42) warga Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rumahnya rata dengan tanah setelah tidak sanggup membayar hutang.
Puing-puing rumah milik Undang (42) warga Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rumahnya rata dengan tanah setelah tidak sanggup membayar hutang. (Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari)

Hingga akhirnya korban sudah tidak mampu membayar bunga pinjaman tersebut, hingga memilih berangkat ke Ujungberung, Kota Bandung untuk mencari pekerjaan.

Undang diketahui membawa istrinya dan seorang anaknya ke Ujungberung untuk bekerja.

"Waktu berlalu hingga September 2022, hutang klien kami membengkak dari Rp 1,3 juta menjadi Rp 15 juta kepada seorang rentenir itu," ucap Yousef.

Baca juga: Rumah Warga Garut Dirobohkan Rentenir, Wakil Ketua DPRD Jabar Minta Warga Pinjam ke Bank Resmi

Saat Undang kembali ke kampung halamannya pada 15 September 2022, ia dikagetkan dengan kondisi rumahnya yang sudah rata dengan tanah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved