Kejamnya Rentenir di Garut

Rumah Warga Garut Dirobohkan Rentenir, Wakil Ketua DPRD Jabar Minta Warga Pinjam ke Bank Resmi

Dia menyayangkan peristiwa itu, bahwa untuk menyelesaikan masalah utang sampai mengorbankan rumah tinggal

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari saat diwawancara TribunJabar.id, di Sumedang, Minggu (18/9/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga Jawa Barat diminta behati-hati atau kalau perlu jangan berurusan dengan bank emok.

Bank emok merupakan istilah yang lazim digunakan di masyarakat Sunda untuk menyebut rentenir. Emok adalah gaya duduk kaum perempuan Sunda yang ketika melakukan pinjaman kepada rentenir seringkali dalam posisi duduk emok.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari mengatakan bahwa dia telah membaca berita tentang warga Kabupaten Garut yang rumahnya dirobohkan rentenir.

Baca juga: BERITA POPULER Jabar, Rumah di Garut yang Dirobohkan Rentenir Ternyata Bukan Bantuan Kodam

Dia menyayangkan peristiwa itu, bahwa untuk menyelesaikan masalah utang sampai mengorbankan rumah tinggal yang menjadi harapan bagi penghuni rumah tersebut.

"Apalagi menurut informasi, rumah tersebut merupakan rumah bantuan (pernah direnovasi TNI)," kata Ineu Purwadewi kepada TribunJabar.id, saat ditemui di Sumedang, Minggu (18/9/2022).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan DPRD sering meminta ke perbankan resmi untuk support pinjaman bagi masyarakat dengan pola pinjaman yang mudah.

"Kami minta support pinjaman resmi yang tidak lagi di luar kemanpuan peminjam sehingga terjadi hal demikian (perobohan rumah)," kata Ineu

Dia juga sangat menyayangkan peristiwa di Kabupaten Garut itu ketika tahu nilai utangnya bukanlah jumlah yang begitu besar. Nilai utang warga Kabupaten Garut kepada rentenir Rp1,3 juta.

Baca juga: Diteror OTK, Korban Rentenir yang Rumahnya Dirobohkan di Garut Diungsikan ke Tempat Aman

"Sedikit tapi merusak bagi peminjam. Kami imbau warga pinjamlah ke bank-bank resmi yang ada, dan tak lagi tergantung hal demikian (rentenir)," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved