Curhat Terdampak Harga BBM Naik, Puluhan Sopir Ambulans Datangi Polres Sukabumi

sopir ambulans kerepotan akibat kenaikan harga BBM. Anggaran transportasi selalu ada kekurangan ketika jumlah pasien yang diangkut banyak.

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
Puluhan sopir ambulans terlihat datang langsung ke Polres Sukabumi untuk menerima bantuan dari Kapolres dan Bhayangkari Polres Sukabumi. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Dampak harga BBM naik nampaknya dirasakan oleh para sopir ambulans di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ketua Ambulan Sukabumi Bersatu, Indra Permana mengatakan, sopir ambulans kerepotan akibat kenaikan harga BBM.

Pasalnya budget atau anggaran transportasi selalu ada kekurangan ketika jumlah pasien yang diangkut banyak.

"Kalau sopir ambulans ya repot juga, karena kita kan untuk

Baca juga: TRAGIS, Melaju Kencang Bawa Pasien, Ambulans di Sukabumi Malah Adu Banteng dengan Motor, 1 Tewas

Curhatan Indra yang mewakili puluhan sopir ambulans yang ada di organisasinya itu langsung didengar Kapolres Sukabumi, AKBP Dedy Darmawansyah.

Dedy langsung merespon dengan memberikan bantuan. Puluhan sopir ambulans terlihat datang langsung ke Polres Sukabumi untuk menerima bantuan dari Kapolres dan Bhayangkari Polres Sukabumi.

"Hari ini kita memberikan bantuan sosial kepada sopir ambulans yang mana kami juga menyadari dampak kenaikan BBM kepada mereka (sopir ambulans, red), semoga bermanfaat kepada mereka, semoga bisa meringankan beban mereka, ini bentuk kepedulian Polri kepada sopir ambulans," kata Dedy.

"Kami atasnama pengemudi ambulans di satu wadah Ambulan Sukabumi Bersatu mengucapkan terimakasih atas bantuan dari bapak Kapolres Sukabumi dan ibu, semoga dibalas oleh Allah SWT," timpal Indra Permana, mewakili puluhan sopir ambulans.

Diketahui, sekitar 81 orang sopir ambulans yang tergabung dalam Ambulance Sukabumi Bersatu yang mendapatkan bantuan sosial itu.

Di sela-sela pemberian bantuan, Kapolres mendapatkan curhatan dari para sopir ambulans terkait safety riding. Mereka ingin diberikan wawasan tentang safety riding.

"Keluhan mereka meminta dilatihkan safety riding, agar diberikan jadwalnya untuk diberikan pelatihan safety riding sopir ambulance, dimana nanti Polres melalui Kasatlantas memberikan sertifikat bahwa mereka sudah ikut safety riding, soalnya mereka saat menggunakan ambulans itu menggunakan kecepatan sangat tinggi," kata AKBP Dedy Darmawansyah.*

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga BBM Ikut Dirasakan Sektor Perhotelan dan Restoran, padahal Baru Mulai Pulih

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved