Harga BBM Naik

Dampak Kenaikan Harga BBM Ikut Dirasakan Sektor Perhotelan dan Restoran, padahal Baru Mulai Pulih

Sektor perhotelan dan restoran di Kota Cirebon tampaknya turut merasakan dampak kenaikan harga BBM.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sektor perhotelan dan restoran di Kota Cirebon tampaknya turut merasakan dampak kenaikan harga BBM.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki, mengatakan, hotel dan restoran juga merasakan dampak harga BBM naik.

Bahkan, menurut dia, sejumlah vendor juga telah menaikkan harga sejak pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM pada awal bulan ini.

Baca juga: Harga Telur Ayam Terus Melorot Sejak Harga BBM Naik, di Tingkat Peternak Kini Hanya Rp 23.000 per Kg

"Kalau dampak pastinya ada, karena harga-harga ikut naik juga," ujar Imam Reza Hakiki saat ditemui di kawasan Jalan Kartini, Kota Cirebon, Sabtu (17/9/2022).

Hingga kini, pihaknya memastikan seluruh hotel di Kota Cirebon belum menyesuaikan harga meski kenaikan harga BBM telah ditetapkan pemerintah.

Ia mengatakan, hal itu dikarenakan perhotelan telah menyusun budgeting sejak tahun lalu dan kebijakan harga BBM naik belum masuk dalam hitungan.

"Kenaikan harga BBM pada awal bulan ini mengubah semua siklus operasional, dan harga vendor juga ada kenaikan," ujar Imam Reza Hakiki.

Namun, sejauh ini belum ada penyesuaian harga hotel dan hal tersebut telah disepakati oleh seluruh pengelola hotel di Kota Udang.

"Kami dari perhotelan sepakat untuk penyesuaian harga ini dilakukan bersama-sama, tapi sampai sekarang belum dibahas," kata Imam Reza Hakiki.

Ia menyampaikan, pendapatan dari para tamu yang menginap juga hanya difokuskan untuk menutupi biaya operasional hotel.

Baca juga: Kenaikan Tarif Angkot di KBB Setelah Harga BBM Naik Terganjal SK Bupati, Ini Masalahnya

Para pengelola tidak terlalu memikirkan keuntungan, karena saat ini sektor perhotelan pun baru mulai pulih sejak dihantam pandemi Covid-19.

"Kami bertahan dulu, untung yang didapat kecil juga tidak masalah, karena yang terpenting cukup untuk memenuhi biaya operasional," ujar Imam Reza Hakiki.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved