Selasa, 28 April 2026

Respons Dedi Mulyadi soal "Korban TikTok" Lembur Pakuan Gagal Temui Dirinya: Pulang Kadang Jam 10

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan, ia mengutamakan bantuan pengobatan dan hukum. Tetapi, masalah utang piutang dirinya tidak bisa membantu.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Tribun Priangan/Jaenal Abidin
BERI KETERANGAN - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, memberikan keterangan soal kasus sengketa lahan SMAN 1 Bandung yang dikabulkan PTTUN, ketika menghadiri puncak acara milad ke-120 Pondok Pesantrem Suralaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (5/9/2025). Terbaru, Dedi Mulyadi merespons terkait keluhan sejumlah pihak yang kecewa saat datang ke Lembur Pakuan, Subang. 

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons terkait keluhan sejumlah orang yang kecewa saat datang ke kediamannya di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat.

Keluhan tersebut diunggah oleh akun TikTok @da*******i, baru-bari ini.

Dalam video tersebut, pengunggah menyebut bahwa orang-orang yang datang ke Lembur Pakuan ini menjadi "korban TikTok".

"Korban TikTok Lembur Pakuan pengaduan yang belum ditanggapi di kota mana aja, hasil gimana pa kabarnya," tertulis dalam video.

Beberapa pengunjung datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar Jawa Barat sepertim Blitar, Jawa Timur.

Warga merasa kecewa karena sudah mendatangi Lembur Pakuan tetapi belum bisa bertemu dengan sang Gubernur Jawa Barat.

"Berhari-hari, datang ke sini, kecewa," ucap salah satu warga.

Respons Dedi Mulyadi

Baca juga: Dedi Mulyadi Diminta Turun Tangan Hentikan Illegal Logging Blok Cangkuang Gunung Salak Sukabumi

Dedi Mulyadi menuturkan, orang-orang yang datang ke Lembur Pakuan memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

"Saya sampaikan bahwa berbagai orang datang ke Lembur Pakuan," ungkap Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram pribadinya, Rabu (10/9/2025).

Menurutnya, orang-orang tersebut datang dengan berbagai kebutuhan saat ingin menemui dirinya.

"Ada yang datang minta bantuan berobat. Ada yang datang mengalami sengketa di bidang hukum. Ada yang datang pelaporan di APH (Aparat Penegak Hukum)," tutur Dedi Mulyadi.

"Ada yang datang anaknya sekolah minta bantuan tas, sepatu, dan sejenisnya. Ada yang datang juga karena masalah utang piutang. Ada yang datang untuk sekadar foto atau curhat masalah keluarga," tambah dia.

Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa ia berupaya untuk tetap melayani para tamu ke rumahnya dengan menyiapkan makan di pos pengaduan.

"Untuk itu, jumlahnya sangat banyak dan di pos itu kami selalu menyiapkan makan karena setiap yang datang kami perhatikan punya kebutuhan untuk makan," beber Dedi Mulyadi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved