Kasus Ferdy Sambo

Diduga Ada Kakak Asuh yang Coba Ringankan Hukuman Ferdy Sambo, kata Penasihat Ahli Kapolri

Peran kakak asuh ini diungkapkan Penasihat ahli Kapolri yang juga Guru besar politik dan keamanan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof M

Editor: Ravianto
IG Div Propam Polri
Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Penasihat Ahli Kapolri menduga ada Kakak asuh yang mencoba membantu Irjen Ferdy Sambo mendapatkan vonis ringan. 

Dia menilai, langkah pengusutan keterlibatan para senior kepolisian ini penting agar proses persidangan kasus Sambo bisa berjalan dengan mulus.

"Itu perlu ada langkah cepat sebelum persidangan, poin ketiga tadi, mengusut keterlibatan kakak asuh, apakah terlibat atau tidak," kata Muradi.

Dugaan Penyebab Putri Candrawathi Sakit saat di Magelang

Kasus dugaan pembunuhan berencana pada Brigadir J belum terang sepenuhnya.

Kini, kuasa hukum Brigadir J atau kuasa hukum keluarga Brigadir J yakni Kamaruddin Simanjuntak menyebut alasan Brigadir J dibunuh.

Menurut Kamaruddin Simanjuntak, penembakan pada Brigadir J itu terjadi karena Brigadir J melapor kepada Putri Candrawathi kalau Ferdy Sambo menikah lagi dengan 'si cantik'.

Laporan Brigadir J kepada Putri Candrawathi ini yang membuat dia diancam dibunuh sejak Juni 2022 oleh ajudan lain atas suruhan Irjen Ferdy Sambo, jelas Kamaruddin Simanjuntak.

Tidak disebutkan siapa ajudan lain yang diperintahkan untuk mengancam Brigadir J setelah membocorkan pernikahannya dengan 'si cantik' ini.

Belum diungkap pula siapa 'si cantik' yang dimaksud Kamaruddin Simanjuntak.

"Almarhum Brigadir J diduga informannya ibu PC. Makanya dia diancam dibunuh," kata Kamaruddin di akun YouTube Uya Kuya TV, Kamis (15/9/2022).

Ia mengatakan setelah mengetahui informasi Ferdy Sambo menikah lagi, pertengkaran Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo terjadi pada 21 Juni 2022 di rumah mereka.

"Putri Candrawathi mengancam Ferdy Sambo akan melaporkan bisnis mafia Sambo ke atasannya yakni  judi, tata kelola narkoba atau sabu-sabu, termasuk prostitusi," kata Kamaruddin.

Pada 21 Juni itu pula kata Kamaruddin, Brigadir J diancam dibunuh karena membocorkan informasi itu ke Putri Candrawathi sehingga Brigadir J menelpon kekasihnya Vera Simanjuntak untuk curhat.

"Kepada kekasihnya almarhum mengatakan ia akan dibunuh sehingga meminta maaf dan berharap kekasihnya mencari pria lain.

Jadi Brigadir J sudah merasakan dia akan dibunuh sejak 21 Juni, karena ancaman itu sangat kencang dari Ferdy Sambo," kata Kamaruddin.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved