Kasus Ferdy Sambo

Diduga Ada Kakak Asuh yang Coba Ringankan Hukuman Ferdy Sambo, kata Penasihat Ahli Kapolri

Peran kakak asuh ini diungkapkan Penasihat ahli Kapolri yang juga Guru besar politik dan keamanan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof M

Editor: Ravianto
IG Div Propam Polri
Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Penasihat Ahli Kapolri menduga ada Kakak asuh yang mencoba membantu Irjen Ferdy Sambo mendapatkan vonis ringan. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Irjen Ferdy Sambo tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana pada Brigadir J diduga sedang diusahakan agar divonis ringan dalam kasus penembakan pada Brigadir J tersebut.

Kakak asuh ini disebut mencoba membantu Irjen Ferdy Sambo mendapatkan vonis ringan.

Peran kakak asuh Ferdy Sambo ini diungkapkan Penasihat Ahli Kapolri yang juga Guru besar politik dan keamanan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof Muradi.

Lalu siapa sosok kakak asuh Irjen Ferdy Sambo ini?

Istilah kakak asuh sendiri merujuk pada anggota Polri, baik yang sudah pensiun atau masih menjadi petinggi di institusi Bhayangkara.

"Keterlibatan (dalam kasus Brigadir J) tadi kan ada tiga. Pelaku langsung, orang yang terlibat langsung, dan orang yang tidak terlibat langsung tapi ikut di dalamnya," kata Muradi.

Muradi, di sela acara diskusi dan temu kangen aktivis 98
Muradi, di sela acara diskusi dan temu kangen aktivis 98 (tribunjabar/daniel andrean damanik)

"Bisa jadi kakak asuh itu adalah yang ketiga. Kakak asuh ini adalah yang tidak terlibat langsung, tapi kemudian ikut merancang, ikut mendorong," tuturnya.

Mereka, menurut Muradi, mencoba melobi petinggi Korps Bhayangkara untuk meringankan hukuman Ferdy Sambo.

"Kakak asuh dalam model konteks yang sudah pensiun, ada yang belum, nah ini yang saya kira yang agak keras di dalam kan itu situasinya sebenarnya karena kakak asuh itu punya peluang, punya powerful yang luar biasa ya," kata Muradi kepada wartawan, Sabtu (17/9/2022).

Baca juga: VIRAL, Gara-gara Wajah Mirip Ferdy Sambo, Pedagang Durian ini Raup Untung dan Kecipratan Berkah

Muradi mengatakan sosok kakak asuh yang masih aktif itu menduduki posisi strategis di Polri.

Menurutnya, sosok tersebut masih membela Ferdy Sambo agar dihukum ringan dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

"Ini jadi makin keras, Sambo berani karena dia merasa dalam posisi berada di atas angin, masih ada yang ngebelain, makanya harus dituntaskan dulu soal orang-orang yang kemudian dianggap punya kontribusi terkait dengan posisi Sambo," ujarnya.

Dia pun meminta agar kepolisian tidak takut mengusut keterlibatan "kakak asuh" ini.

Karena menurut Muradi, jabatan di institusi polisi itu sama dengan di tentara yang bekerja dalam garis komando.

"Kalau dia tidak pegang tongkat komando, selesai sudah, kalau dia jadi kapolda sekadar megang asisten yang tidak strategis, selesai sudah. Kita punya pengalaman ketika Pak Gatot (Nurmantyo) panglima (TNI) diganti, selesai," ucap Muradi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved