35 Tahun Mengajar, Mahdar Guru Honorer di KBB Akhirnya Jadi PPPK, Datang Bawa SK Pakai Kursi Roda

Mahdar akhirnya diangkat menjadi PPPK. Ia menjadi guru honorer selama 35 tahun.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Mahdar Suhendar saat ditemui setelah menerima surat keputusan (SK) pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Gedung PGRI KBB, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Paras Mahdar Suhendar semringah saat menerima Surat Keterangan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Gedung PGRI KBB, Rabu (14/9/2022).

Datang dengan menggunakan kursi roda, ia mencuri perhatian di antara puluhan guru honorer Kabupaten Bandung Barat  (KBB) lainnya, yang kemarin menerima SM PPPK.

"Saya seperti ini karena terserang penyakit gula dan darah tinggi, jadi harus menggunakan kursi roda. Saya begini ketika akan berangkat ke Jamnas Pramuka di Cibubur, Bogor pada Agustus 2022 lalu," ujarnya seusai menerima SK PPPK di Gedung DPRD KBB, Rabu kemarin.

Namun, ujar Mahdar, hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk berangkat ke Gedung PGRI KBB dari kediamannya di Kampung Cimanggali, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, KBB.

Mahdar mengaku, mendapat SK PPPK ini membuatnya merasa tenang karena statusnya menjadi lebih jelas.

"Saya sudah 35 tahun menjadi guru honorer mulai dari SMPN 2 Gununghalu dan SMP Al Fatah, sampai sekarang juga saya masih ngajar di sana," kata Mahdar.

Sejak awal mengabdi sebagai guru honorer pada tahun 1985 hingga tahun 2022 ini, dia mengaku hanya menerima gaji mulai Rp 2.500 hingga Rp 250 ribu per bulan.

Namun, setelah diangkat sebagai PPPK, dia bakal menerima gaji yang layak.

"Honor pertama saya dulu Rp 2.500 per bulan, tapi terus naik dan saat ini Rp 250 ribu. Tapi Alhamdulillah akhirnya saat ini saya diangkat menjadi PPPK," ucapnya.

Selama puluhan tahun menjadi tenaga honor dengan gaji yang minim, Mahdar harus berjuang membesarkan ketiga orang anggota keluarganya, sehingga dia pun harus mencari penghasilan tambahan.

"Jelas kalau hanya mengandalkan honor ngajar saja enggak akan cukup. Jadi, untuk mencari penghasilan tambahan itu saya mengajar ekstrakurikuler bagi siswa," ujar Mahdar.

Kini, dia tak harus lagi mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena gaji PPPK pun bakal cukup, sehingga dia pun bisa merasa senang menjadi PPPK di lingkungan Dinas Pendidikan KBB ini.

"Alhamdulillah saya senang sekali ada rezekinya bisa lolos sebagai PPPK karena ini merupakan impian dan penantiannya saya sejak dulu," katanya.

Baca juga: Bahagianya Mahdar Suhendar Guru Honorer KBB Akhirnya Terima SK PPPK Setelah 35 Tahun Mengabdi

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved