LGBT di TNI, Pengadilan Militer Pecat 3 Oknum Anggota TNI Karena Hubungan Sesama Jenis

Tiga oknum anggota TNI tersebut terbukti melakukan praktek lesbian, gay, biseksual, dan transgender ( LGBT).

Editor: Ravianto
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi LGBT. Pengadilan Militer II-08 memecat tiga oknum anggota TNI yang terlibat LGBT. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pengadilan Militer II-08 Jakarta menjatuhkan sanksi pemecatan kepada 3 anggotanya, oknum TNI terlibat LGBT, Selasa (13/9/2022).

Ketiga oknum TNI terlibat LGBT itu dipecat sekaligus dipenjara.

Tiga oknum anggota TNI tersebut terbukti melakukan praktik lesbian, gay, biseksual, dan transgender ( LGBT).

Hakim yang menyidangkan perkara ini bahkan menjelaskan kalau mereka bertiga menjalankan 'aksinya' di mess di Cilandak, Jakarta.

Ketiga oknum TNI itu adalah Sersan Dua (Serda) FA, Sersan Satu (Sertu) R dan Kelasi Satu (KLS) IF.

Akibatnya, Pengadilan Militer II-08 Jakarta menjatuhkan pidana penjara dan memecat ketiga oknum anggota TNI yang bersangkutan.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'ketidaktaatan yang disengaja'” demikian bunyi putusan Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang dilansir dari laman Mahkamah Agung (MA), Selasa (13/9/2022).

“Memidana terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok penjara selama 5 bulan,” imbuh bunyi putusan tersebut.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan bahwa ketiga oknum anggota TNI itu terbukti melakukan hubungan sesama jenis di mess di Cilangkap, Jakarta Timur.

Perbuatan menyimpang itu disebut dilakukan secara berulang.

Padahal, ketiga anggota TNI itu telah mengetahui adanya Surat Telegram (ST) Panglima TNI Nomor ST/1648/2019 tanggal 22 Oktober 2019 dan ST Kasal Nomor ST/34/2021 tanggal 14 Januari 2021 tentang penyelesaian prajurit TNI yang melakukan pelanggaran praktek LGBT.

 Majelis berpendapat, perbuatan para terdakwa yang melakukan praktik hubungan seksual sesama jenis menunjukan perilaku yang sangat merugikan kepentingan kedinasan.

“Para terdakwa telah mengetahui perbuatan tersebut melanggar norma agama dan norma kesusilaan,” kata majelis. (Kompas)

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved