KPPSMI Setuju Pemerintah Sesuaikan Harga BBM Bersubsidi, Begini Alasannya
KPPSMI mendukung rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang bikin masyarakat resah.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Giri
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Sekjen Komite Pemuda Pelajar Santri dan Mahasiswa Indonesia (KPPSMI), Aab Abdul Malik, mengatakan, pihaknya mendukung rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang bikin masyarakat resah.
Meski belum diumumkan, pemerintah kemungkinan besar akan mengambil opsi penyesuaian harga BBM bersubsidi sebagai imbas dari kenaikan minyak mentah dunia yang membebani APBN.
Pemerintah sudah mempersiapkan sejumlah bantalan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat yang akan terimbas kenaikan harga BBM bersubsidi.
Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai rapat internal mengenai pengalihan subsidi BBM di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, (29/8/2022).
Aab mengatakan, penyesuaian harga BBM merupakan bentuk keberpihakan negara membela masyarakat kecil.
"Langkah penyesuaian harga BBM merupakan wujud nyata keberpihakan negara, dalam hal ini pemerintah menyelamatkan APBN dengan mengalihkan subsidi BBM yang selama ini dinikmati oleh orang kaya, dialihkan untuk masyarakat ekonomi lemah. Salah satunya subsidi dialihkan untuk kebutuhan yang sangat penting untuk subsidi bidang pendidikan, kesehatan dan lain-lain,", kata Aab Abdul Malik dalam keterangan diterima Tribunjabar.id, Sabtu (3/9/2022)
Aab mengatakan, Sri Mulyani menyampaikan anggaran subsidi dan kompensasi energi tahun 2022 sebesar Rp 502,4 triliun.
Baca juga: DAFTAR Kendaraan yang Boleh Beli BBM Pertalite dan Solar, Cek di Sini Apa Mobil Kamu Termasuk?
Angka ini mengalami tiga kali pembengkakkan akibat harga minyak dunia terus naik. Jumlah subsidi sebesar itu bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang produktif.
"Rekor UI, Profesor Ari Kuncoro, menawarkan konsep the golden mid-way untuk menyiasati terhadap kenaikan harga BBM subsidi di Indonesia. Konsep ini menawarkan opsi terhadap penyesuian harga subsidi BBM, 30 sampai 40 persen atau bisa dengan penyekatan distribusi sehingga BBM benar benar dirasakan untuk masyakarat yang tepat dan berhak," kata Aab.
Aab menjelaskan, subsidi BBM yang sejatinya diperuntukkan bagi membantu masyarakat ekonomi lemah, membengkak hingga Rp 502 T karena bisa dinikmati oleh semua kalangan.
Menurutnya, hal ini sangat tidak adil. Akan lebih efektif jika pemerintah melakukan penyesuaian subsidi dengan mengalihkan subsidi dan penyekatan distribusi nantinya subsidi yang ada bisa di alihkan untuk sektor lain yang lebih produktif. Misalnya bidang pendidikan, kesehatan, fasilitas publik, bantuan sosial dan lain-lain.
"Penyesuaian harga BBM hanya satu konsekuaensi kecil dari peningkatan efisiensi dan efektivitas subsidi yang manfaatnya sangat besar untuk jangka panjang. Tentunya pemerintah akan menyiapkan bantalan-bantalan sosial berupa bantuan sosial dan insentif untuk masyarakat ekonomi lemah guna mempertahankan daya beli dan menjaga UMKM untuk tetap produktif," kata Aab.
Baca juga: Puluhan Kendaraan Mogok Setelah Isi BBM di SPBU, yang Dimasukkan Campur Air, Ini Penjelasannya
"Pengalihan subsidi adalah bentuk keberpihakan negara terhadap masyarakat ekonomi lemah dengan sedikit konsekuensi namun manfaat yang akan di rasakan sangat lah besar di masa yang akan datang," jelas dia.
Diketahhi, Pemerintah kembali memberikan bantuan sosial kepada masyarakat mulai September 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Sekjen-Komite-Pemuda-Pelajar-Santri-dan-Mahasiswa-Indonesia-KPPSMI-Aab-Abdul-Malik.jpg)