8 Ibu Hamil di Bandung Barat Mengidap HIV/AIDS, Diduga Tertular dari Suami Mereka

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, sejak Januari hingga Juni 2022 total ada 8 ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS tersebut

Kolase Tribun Jabar
ILUSTRASI: Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, sejak Januari hingga Juni 2022 total ada 8 ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS, Kamis (1/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Sejumlah ibu hamil di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terkonfirmasi mengidap HIV/AIDS sepanjang tahun 2022 ini akibat tertular dari suami mereka.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, sejak Januari hingga Juni 2022 total ada 8 ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS, sehingga Dinkes tengah melakukan pencegahan agar kasusnya tidak semakin bertambah.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes KBB, Nurul Rasyihan, mengatakan penyebab 8 ibu hamil itu mengidap HIV/AIDS masih diidentifikasi lebih dalam. Kemungkinan besar mereka tertular dari pasangan mereka.

"Ibu hamil banyak sumber penularannya, terutama lewat hubungan seks, jadi kemungkinan dari suami. Itu sedang kami identifikasi lagi, karena (suami) kurang terbuka," ujar Nurul Rasyihan di kantornya, Kamis (1/9/2022).

Untuk mencegah banyaknya ibu hamil yang tertular HIV/AIDS tersebut, kata dia, Dinas Kesehatan sedang bekerja sama dengan KUA untuk pemeriksaan calon pengantin.

Karena upaya pencegahan itu, Dinas Kesehatan KBB merasa dilema karena  akan menjadi masalah baru jika hasil tes pasangan pengantin tersebut positif.

Baca juga: Hubungan Ini yang Menjadi Penyebab HIV/AIDS Terbanyak di Sumedang, Ada Mahasiswa?

"Kami sedang dalami juga solusinya seperti apa, yang penting promosi kesehatan terus, konseling, dan edukasi. Tetap kalau istrinya positif kita panggil suaminya juga," kata Nurul Rasyihan.

Selain melakukan pencegahan, kata dia, Dinas Kesehatan sudah memberikan obat-obatan kepada ibu hamil yang mengidap penyakit HIV/AIDS supaya bayi mereka tidak sampai tertular.

"Obat, ada enggak masalah, justru yang jadi masalah adalah skrining dan penemuan kasus. Itu yang jadi PR juga buat kami, karena mereka masih tertutup dan memang untuk kasus ini keterbukaannya agak susah," ucapnya.

Selain ibu hamil, Dinas Kesehatan sudah memeriksa kelompok atau populasi kunci seperti kelompok yang berperilaku sering bergonta-ganti pasangan dan bertukar jarum suntik, wanita pekerja seks (WPS), waria, lelaki seks dengan lelaki (LSL), dan pengguna napza suntik.

"Kalau ibu hamil itu ada 8 kasus dari Januari sampai Juni. TB 4 orang, lelaki suka lelaki (LSL) 28, waria 2 dan lain-lainnya 4 orang," kata Nurul Rasyihan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved