Hubungan Ini yang Menjadi Penyebab HIV/AIDS Terbanyak di Sumedang, Ada Mahasiswa?

Hubungan lelaki dengan lelaki menjadi penyebab terjadinya kasus HIV/AIDS terbanyak di Kabupaten Sumedang.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi - Hubungan lelaki dengan lelaki menjadi penyebab terjadinya kasus HIV/AIDS terbanyak di Kabupaten Sumedang. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Hubungan lelaki dengan lelaki menjadi penyebab terjadinya kasus HIV/AIDS terbanyak di Kabupaten Sumedang.

Data itu berdasarkan yang dimiliki Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sumedang.

"Di tahun ini, ada 49 kasus yang kami tangani sejak Januari sampai Juli. Dari jumlah itu, sebanyak 39 pengidap adalah lelaki, 10 orang perempuan," kata Kepala Sekretariat KPA Sumedang, Retno, kepada TribunJabar.id, Kamis (1/8/2022). 

KPA Sumedang melakukan pendataan sesuai kelompok umur.

Data yang didapatkan adalah dengan ketegori kelompok umur kurang dari 14 tahun, 15-19 tahun, 20-24 tahun, 25-49 tahun, dan yang lebih dari 50 tahun.

Baca juga: Ini Cara Ampuh dan Satrategis Kemenkes Tangani HIV/AIDS, Titik Beratkan Deteksi

"Kami saat ini menangani 18 orang yang kelompok umurnya di bawah 18 tahun. Yakni, delapan orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Mahasiswa tidak ada dalam sistem pelaporan kami," kata Retno

Dia mengatakan, untuk membuka profesi atau status pelajar seorang pengidap HIV/AIDS merupakan sesuatu yang berat.

KPA menjaga muruah para pengidap HIV'AIDS, terutama terkait profesinya. 

"Tidak semua pengidap HIV/AIDS sudah menyatakan open (terbuka)," kata Retno. 

Baca juga: VIRAL 2 Pria Mabuk Marah-marah di Kantor Desa Raharja Sumedang, Sempat Tinju Staf, Polisi: Cuma Noel

Dia mengatakan, kasus HIV/AIDS di Sumedang kecil angkanya disebabkan oleh jarum suntik narkoba dan seks bebas heteroseksual. 

"Ada kasus karena jarum suntik, atau menular karena TBC, tapi sedikit," katanya. 

Retno mengatakan dari 49 pengidap yang ditangani tahun ini, sebanyak 26 di antaranya disebabkan hubungan lelaki seks lelaki (LSL). 

"Kami treatment dengan kesungguhan. Imbauan kami, ya jauhi perilaku penyimpangan seksual, faktornya cukup tinggi," katanya. (*)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved