Kadinkes Pastikan Tak Ada Cacar Monyet di Sumedang, yang Ada Pasien yang 1 Bulan Tak Mandi

Dadang mengatakan, ada ciri spesifik dari cacar monyet yang berupa pembesaran kelenjar pada kulit.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
freepik
Ilustrasi vaksin untuk penyakit cacar monyet 

"Pasien telah menjalani pemeriksaan yang intensif, termasuk pemeriksaan luka-lukanya di labolatorium. Hasilnya, ia tidak menderita cacar monyet. Bukan dugaan lagi, dokter telah menyatakan itu negatif," kata Rudianto kepada Tribun, Rabu (24/8).

Rudianto mengatakan pasien laki-laki yang sempat diduga terpapar cacar monyet ini berinisial D (33), warga Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang.

Dari hasil pemeriksaan di laboratorium diketahui, luka-luka pada kulit pasien yang mirip dengan luka yang timbul karena cacar monyet itu ternyata adalah luka karena penyakit jamur kulit.

Jamur itu tumbuh karena pasien tersebut, menurut Rudianto, memang kurang bisa menjaga kebersihan diri.

"Setelah ngobrol dengan pasien diketahui, selama sebulan pasien tersebut pernah tidak mandi," kata Rudianto.

Rudianto mengatakan, belum ada kepastian berapa lama pasien ini akan menjalani perawatan di RSUD Sumedang.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperiksakan ke dokter khusus, seperti soal kondisi kejiwaan Deni yang mengalami cemas berlebihan.

"Ada dijadwalkan periksa ke poli jiwa, dan diduga pasien ini juga menderita TBC. Akan diperiksakan juga," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman, mengatakan, pasien tersebut langsung menjalani observasi dan perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami gejala seperti cacat monyet sepulang dari Jakarta.

Kewaspadaan diberlakukan karena di kasus cacar monyet pertama di Indonesia baru saja terjadi di Jakarta.

"Kami menerima notifikasi dari Kabupaten Garut. Informasinya, ada pasien asal Sumedang yang datang ke Puskesmas Ciawitali, Kabupaten Garut," ujar Dadang kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, kemarin siang.

Dadang menuturkan, pasien tersebut memiliki keluhan demam, mual, bintik-bintik ruam, bernanah di wajah, tangan, dan badan.

"Setelah menerima informasi tersebut, maka kami evakuasi pasien itu ke RSUD Sumedang. Alhamdulillah, sekarang sudah ditangani oleh tim ahli," ujar Dadang.

Pasien tersebut mulai muncul ruam sejak 14 Agustus 2022. Namun sebelumnya, kata Dadang, pasien ini tidak melakukan perjalanan luar negeri, tidak memiliki komorbid, dan tidak berstatus kontak erat dari kasus probable monkeypox.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved