Hampir Sepekan, Harga Telur Ayam di Pasar Tradisional Kota Cirebon Tembus Rp 31 Ribu/Kilogram

Menurut dia, harga telur ayam tersebut tergolong cukup tinggi, karena biasanya telur ayam hanya dijual seharga Rp 18 ribu - Rp 25 ribu per kilogram

Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Telur ayam yang dijual di kios M Alan di Pasar Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (24/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Cirebon tampaknya meningkat sejak beberapa hari lalu.

Pedagang telur di Pasar Harjamukti, Saleh (59), mengatakan, sejak empat hari lalu telah menjual telur ayam seharga Rp 31 ribu perkilogram.

Menurut dia, harga telur ayam tersebut tergolong cukup tinggi, karena biasanya telur ayam hanya dijual seharga Rp 18 ribu sampai Rp 25 ribu perkilogram.

"Sekarang harganya Rp 31 ribu, dan ini kenaikannya cukup signifikan dibanding harga normal," ujar Saleh saat ditemui di Pasar Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (24/8/2022).

Ia mengatakan, kenaikan harga telur ayam berlangsung sejak sepekan terakhir, mulai dari Rp 28 ribu perkilogram, Rp 29 ribu, dan kini menjadi Rp 31 ribu.

Baca juga: Isu Pertalite dan Solar Naik Jadi Salah Satu Faktor Kenaikan Harga Telur Ayam di Cianjur

Pihaknya juga mengakui sempat terkejut, karena kenaikan harga telur ayam hanya dalam waktu yang relatif singkat dan selisihnya juga cukup jauh.

Namun, Saleh mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai penyebab naiknya harga telur ayam yang dijualnya, sehingga terkesan mendadak tersebut.

"Saya kurang tahu (penyebabnya), tapi sampai sekarang harga telur ayam masih tinggi. Mudah-mudah bisa terkendali harganya," kata Saleh.

M Alan (56), pedagang di Pasar Kanoman, Kofa Cirebon, berharap harga telur ayam di pasaran kembali normal secepatnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved