Pencinta Kamera Analog Gelar Kompetisi dan Ekshibisi di Jenderal Kopi Nusantara, Hasilnya Untuk Ini

Sejumlah fotografer yang memiliki hobi memotret dengan kamera analog berkumpul dan melakukan kegiatan di Kafe Jenderal Kopi Nusantara Buwas, Bandung

TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Sejumlah fotografer yang memiliki hobi memotret menggunakan kamera analog berkumpul dan melakukan beberapa kegiatan mulai photo walk, sharing session, mini exhibition, hingga menggelar photo competition bertempat di Kafe Jenderal Kopi Nusantara Buwas, Sabtu (20/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah fotografer yang memiliki hobi memotret menggunakan kamera analog berkumpul dan melakukan beberapa kegiatan mulai photo walk, sharing session, mini exhibition, hingga menggelar photo competition bertempat di Kafe Jenderal Kopi Nusantara Buwas, Sabtu (20/8/2022).

Pencinta fotografer analog ini ada yang berasal dari Circalab, Juragan Analog, dan Analog Friendship.

Owner Jenderal Kopi Nusantara Buwas, FX Edbert Luhur mengatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki empat acara utama, yakni photo walk, sharing session, photo exhibition selama tujuh hari, dan kompetisi foto.

"Hasil dari eksebisi foto selama tujuh hari dari karya Yohan itu kami donasikan untuk panti asuhan dan panti jompo. Pemenang kompetisi foto karyanya juga akan dipamerkan selama seminggu di Kafe Jenderal Kopi Nusantara Buwas ini," katanya saat ditemui di lokasi, Sabtu (20/8/2022).

Jenderal Kopi Nusantara memang sengaja menggandeng para pencinta foto analog sekaligus untuk melakukan foto-foto di kafenya yang berada di Jalan LRE Martadinata (Jalan Riau) dan melakukan sebuah kompetisi foto.

Kegiatan ini pun disambut bahagia oleh perwakilan dari komunitas Analog Friendship, Fariz Muhamad Rasyid.

Baca juga: Segerin Pikiran Yuk, Seruput Kopi Dingin Gunung Halu di Kafe Jenderal Kopi di Bandung

Sebagai pionir kegiatan photo walking, Rasyid mengatakan memang komunitadnya banyak bekerjasama dengan brand-brand atau perusahaan swasta, salah satunya Jenderal Kopi untuk melaksanakan suatu event sekaligus di dalamnya ada sosial movement.

"Kami ingin mengedukasi audiens bahwa foto analog miliki nilai lebih loh dari proses hingga dipajangnya," ujarnya seraya mengaku foto analog ini berguna juga untuk having fun (bersenang-senang).

Fariz mengaku, Analog Friendship ini baru terbentuk Desember 2021 dan tak menyangka antusias audiensnya sudah banyak terutama di Kota Bandung.

Banyak dari mereka yang bergabung, katanya, lantaran tren analog yang terjadi di dunia termasuk Indonesia yang mulai ramai di lima tahun terakhir ini. Selain memang ada yang sudah kecintaannya di dunia fotografi.

"Kami buat komunitas ini sekedar untuk mencoba sesuatu yang berbeda dan hadir untuk having fun. Anggota kami yang aktif dan ikut acara-acara mingguan sekitar 20-30 orang tapi kalau untuk kegiatan komersil terdata bisa sampai 200 orang," ucapnya.

Baca juga: Tak Hanya Bikin Enjoy, Jenderal Kopi Buwas Tawarkan Kopi Ganja Sambil Nikmati Rengginang Lasem

Bandung memang dikenal sebagai salahsatu pusat bermain foto analog selain Ibukota DKI Jakarta.

Tetapi, Jakarta selalu paling terdepan terkait foto-foto analog dan kegiatannya meskipun memang Kota Bandung peminatnya juga besar. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved