Elektabilitas Ridwan Kamil Meningkat, Pengamat Sebut 3 Partai Ini Cocok dengan Kang Emil

Elektabilitas dan popularitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kini mengalami peningkatan baik di Capres dan Pilgub 2024.

TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD SYARIF ABDUSSALAM
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengikuti pembukaan Kirab Nusantara Pekan Seni dan Olahraga Nasional (Pesona), Selasa (9/8/2022) - Elektabilitas dan popularitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kini mengalami peningkatan baik di Capres dan Pilgub 2024. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Elektabilitas dan popularitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kini mengalami peningkatan baik di Capres dan Pilgub 2024.

Dari dua hal itu, orang nomor satu di Jabar ini didorong untuk lekas bergabung dengan partai politik.

Pendiri lembaga survei Cyrus Network sekaligus Pengamat Politik, Hasan Hasbi mengatakan, punya elektabilitas dan popularitas yang baik harus dimanfaatkan oleh Ridwan Kamil untuk berlaga di kancah politik di 2024.

Baca juga: Ridwan Kamil Hadiahi 72 Pasangan Pengantin di Bekasi Menginap di Hotel Berbintang

Disinggung soal nama Ridwan Kamil atau RK yang masih unggul dalam survei lembaganya untuk maju sebagai petahana di Pilgub Jabar.

Hasan menjelaskan, RK juga berpeluang mencoba keberuntungan ke provinsi DKI Jakarta.

"Sebelum survei Juli, RK juga sudah sangat kuat, sudah di atas 50 persen elektabilitasnya. Jadi tetap terbuka peluang RK buat maju kembali di Jabar. Bahkan kalau kau fair, RK juga bisa mempertimbangkan untuk maju di Pilkada DKI 2024," katanya Selasa (16/8/2022).

Menyinggung soal partai, Hasan berpandangan ada banyak partai politik yang bisa dipilih oleh RK.
Berdasarkan pengamatannya, RK bisa masuk partai politik yang memiliki latar belakang nasionalis dan religius.

"Secara karakter RK bisa cocok dengan Golkar, NasDem, atau Demokrat. Tapi saran saya tokoh-tokoh politik yang mau jadi capres atau cawapres harus mau mendeklarasikan diri masuk menjadi anggota partai," ungkapnya.

Ketima bakal calon sudah terjun masuk dalam partai politik. Kata dia, langkah dan tujuan semakin terang. Publik juga bisa memberikan simpati lebih.

Baca juga: Empat Desa di Bekasi Naik Kelas Jadi Desa Mandiri, Gubernur Ridwan Kamil Serahkan Empat Maskara

"Tidak bisa terus menerus ingin berada di luar partai sambil terus memelihara keinginan untuk mencapai karir politik yang lebih tinggi, harus berpartai," katanya.

Sebelumnya, Hasan mengatakan, popularitas Ridwan Kamil kini turut meningkat dalam pertengahan tahun ini. Pada bulan maret 2022 popularitas RK hanya 66,6 persen. Setelah itu pada Juli meningkat ke 84,7 persen.

"Elektabilitas sebelum bulan Juni itu baru satu digit, Maret baru 7,2 persen tapi akhir Juli itu 14,0 persen. Elektabilitas Ridwan Kamil mendekati Anies Baswedan. Anies terakhir 18 persen, RK mendekati," katanya.

Menurutnya, pada survei terbaru ini ada beberapa faktor yang membuat RK meningkat secara elektabilitas dan popularitas. Salah satunya ada kaitan dengan simpati publik yang besar terhadap kehilangan putra sulungnya.

Namun, Hasan mengatakan, simpati publik yang besar atas peristiwa itu masih belum diuji secara pasti, apakah nantinya akan permanen atau hanya sementara.

"Pemberitaan seputar meninggalnya putera RK memang luar biasa luas. Apakah peningkatan elektabilitas ini akan bertahan lama atau hanya temporer harus diuji lagi nanti pada survei berikutnya," ungkapnya.

Dalam survei terakhir Juli 2022 Cyrus Network, dari 10 nama kandidat calon Pilgub Jabar Ridwan Kamil ada di angka 64,3 persen.

Setelah itu disusul oleh Dedi Mulyadi 16,3 persen, Deddy Mizwar 5,0 persen, Dede Yusuf 4,8 persen, UU Ruzhanul Ulum 2,4 persen.

Baca juga: Elektabilitas dan Popularitas Ridwan Kamil Naik 100 Persen, Disebut Lantaran Badai Positif

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved