Sabtu, 25 April 2026

Baku Tembak di Rumah Jenderal

Mahfud MD Mengaku Dapat Bocoran Dugaan Motif Penembakan, Termasuk Perselingkuhan Segi Empat

Lebih lanjut, Mahfud MD menyampaikan spekulasi motif yang beredar di masyarakat terkait kasus ini yang sebelumnya dirinya sebut hanya berlaku dikonsum

Editor: Ravianto
ist/tribunnews
Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J. Brigadir J meninggal ditembak di rumah Irjen Ferdy Sambo 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menkopolhukam Mahfud MD mengklaim ada tiga dugaan motif Irjen Ferdy Sambo menghabisi nyawa Brigadir J.

Dugaan motif Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir J itu diungkap Mahfud MD di tayangan Satu Meja di YouTube Kompas TV pada Rabu (10/8/2022) malam.

Motif-motif ini terkait kasus meninggalnya Brigadir J atau Brigadir Yosua Hutabarat dalam insiden polisi tembak polisi di rumah jenderal.

Mahfud MD menyebut, terkait dugaan motif sehingga mengakibatkan tewasnya Brigadir J berbeda dengan spekulasi yang selama ini beredar di publik baik dari Komnas HAM, LPSK, atau senior Polri dan TNI.

"Saya dapat bocoran. Tapi kan tidak boleh saya ngatakan yang begitu-begitu (motif). Biar dikonstruksi dulu."

"Dapat hal-hal yang mungkin tidak pernah muncul di publik dari Komnas HAM, dari LPSK, dari orang-perorangan, dari senior Polri, (senior) tentara dan sebagainya," katanya pada Satu Meja di YouTube Kompas TV pada Rabu (10/8/2022) malam.

Selain itu, Mahfud MD juga mengaku bertemu dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri resepsi pernikahan putri dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pada pertemuan itu, Mahfud mengatakan dirinya berkoordinasi dengan Listyo Sigit terkait kasus tewasnya Brigadir J.

"Ketika Anies mantu, saya datang dia (Jenderal Listyo) datang. Lalu duduk berdua. Gimana ini, koordinasi di situ," tuturnya.

Baca juga: Susno Duadji Minta Waspadai AC di Ruang Tahanan Bharada E, LPSK Akan Suplai Makanan

Lebih lanjut, Mahfud MD menyampaikan spekulasi motif yang beredar di masyarakat terkait kasus ini yang sebelumnya dirinya sebut hanya berlaku dikonsumsi oleh orang dewasa.

Pertama yaitu adanya pelecehan seksual.

"Pelecehan itu apa sih. Apakah membuka baju atau apa? Itu kan untuk orang dewasa," jelasnya.

Kemudian motif kedua adalah perselingkuhan empat segi.

Terakhir, katanya, adalah motif pemerkosaan sehingga Brigadir J ditembak.

"Itu kan sensitif," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved