Empat Desa di Sumedang Rawan Peredaran Narkoba, Diawasi Ketat BNN Hingga Dijadikan Desa Bersinar

Empat desa di empat kecamatan di Sumedang rawan peredaran narkoba jenis ganja dan sabu-sabu hingga diawasi ketat BNN dan dijadikan Desa Bersinar 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Ahmad Suhud, Subkoordinator Pencegahan Dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Sumedang saat ditemui di Jatinangor, Rabu (27/7/2022). Ia mengatakan, empat desa di empat kecamatan di Sumedang rawan peredaran narkoba jenis ganja dan sabu-sabu hingga diawasi ketat BNN dan dijadikan Desa Bersinar  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Empat desa di empat kecamatan di Sumedang rawan peredaran narkoba jenis ganja dan sabu-sabu

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumedang mengawasi ketat empat desa itu. Selain pengawasan, beragam upaya dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. 

Empat desa itu adalah Desa Cihanjuang di Kecamatan Cimanggung, Desa Cileles di Jatinangor, Desa Gunung Manik di Tanjungsari, dan Desa Ranggong di Darmaraja

"Karena rawan, untuk upaya pencegahan kami jadikan desa-desa itu sebagai Desa Bersinar, sebuah program pencegahan yang dibiayai BNN," kata Ahmad Suhud, Subkoordinator Pencegahan Dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Sumedang saat ditemui di Jatinangor, Rabu (27/7/2022). 

Dalam program Desa Bersinar, BNN Kabupaten Sumedang masuk ke berbagai lini penyuluhan untuk publik. Misalnya ke sekolah-sekolah, mengadakan seminar tentang bahaya narkoba, bahkan masuk ke acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 

"Tetapi kami baru bisa memberi paket lengkap penyuluhan ke Desa Cihanjuang saja. Beruntung desa itu. Kami maunya empat desa diberi penyuluhan lengkap, tapi terbentur anggaran yang minim," katanya. 

Di Cihanjuang, selain pencegahan memang BNN Kabupaten Sumedang memberdayakan mantan pecandu narkoba. 

Baca juga: Modus Pengedar Sabu-Sabu Asal Kuningan yang Ditangkap di Cirebon, Simpan Paket Narkoba di Balon

Pecandu narkoba diberikan kesempatan untuk berkarya dengan membuka bengkel sepeda motor.

BNN Kabupaten Sumedang memberikan pasokan alat-alat bengkel. 

"Tapi apakah bengkel itu terus beroperasi atau tidak, kami belum cek ulang. Baru pada bulan Agustus kami evaluasi," kata Ahmad Suhud.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved