Rumah Kakek Opong Tadi Malam Terbakar saat Ditinggal Pengajian, Diduga Karena Korsleting

Waktu kejadian rumah dalam keadaan kosong, Opong bersama 3 anaknya sedang berada di Masjid Jamie Dusun Carik mengikuti pengajian rotiban.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
Dok Sekdes Nasol/Abdul Latif
Rumah semi permanen yang dihuni Opong Basori (67) sekeluarga di Dusun Carik Rt 26 RW 08 Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Ciamis ludes dilalap kobaran api, Sabtu (16/7) sekitar pukul 20.00 malam ( foto: Dok Sekdes Nasol/Abdul Latif) 

TRIBUNABAR.ID,CIAMIS – Rumah semi permanen yang dihuni Opong Basori (67) dan 3 orang anaknya di Dusun Carik Rt 26 RW 08 Desa Nasol Cikoneng Ciamis ludes diamuk si jago merah Sabtu (16/7) sekitar pukul 20.00 malam.

Amuk api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik (korsleting).

Waktu kejadian rumah dalam keadaan kosong, Opong bersama 3 anaknya sedang berada di Masjid Jamie Dusun Carik mengikuti pengajian rotiban.

“Kebetulan waktu kejadian tadi malam, di rumah lagi kosong. Mang Opong dan ketiga anaknya sedang mengikuti pengajian rotiban di Masjid Jamie Carik. Mang Opong, memang duda ditinggal mati istrinya,” ujar Sekdes Nasol, Abdul Latif kepada Tribun Minggu (17/7).

Amuk api yang melalap rumah Opong yang berada di perkampungan di kaki Gunung Sawal tersebut pertama kali diketahui oleh Atin (69), tetangga yang juga kakak korban.

“Kebetulan Ibu Atin tidak ikut pengajian. Sekitar pukul 20.00 tadi malam itu, Ibu Atin melihat api sudah berkobar dalam rumah. Beliau bergegas ke masjid, memberitahu korban dan warga yang sedang berada di masjid,” katanya.

Warga pun langsung berlarian ke luar masjid, dan pengajiannya pun bubar karena kondisi darurat.

Dengan peralatan seadananya menurut Latif warga bergotong royong memadamkan api. Kebetulan rumah korban dekat kolam, sehingga warga tidak kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan api.

“Aneh juga, tadi malam di Nasol tidak hujan. Padahal di Ciamis katanya hujan,” ujar Latif.

Sekitar pukul 22.00 warga berhasil memadamkan api, namun rumah Opong ludes terbakar beserta isinya.

“Api tidak sampai merembet ke rumah Ibu Atin. Warga berhasil membuat tirai air sehingga kobaran api tidak merembet ke rumah Ibu Atin, padahal jarakanya hanya sekitar 5 meter,” katanya.

Menyusul kejadian tersebut, Opong bersama 3 anaknya kini terpaksa mengungsi ke rumah Ibu Atin yang tidak lain adalah kakaknya sendiri.

“Puing-puing kebakaran belum dievakuasi. Karena tadi pagi sampai siang warga mengikuti pengajian bulan juga di Masjid Jamie Carik,” imbuh Latif.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materi sekitar Rp 50 juta menyusul ludesnya rumah semi permanen ukuran 6 x 12 meter persegi berikut isinya. Nyaris tidak ada harta benda korban yang berhasil diselamatkan, termasuk pakaian. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka pada kejadian tersebut.

Untuk membantu korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani tersebut menurut Abdul Latif, dibutuhkan bantuan berupa pakaian, peralatan dapur, selimut, sarung , perlatan mandi dan sebagainya (andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved