Banjir di Garut

Air Sungai yang Sebabkan Banjir di Garut Mulai Surut, Warga Garut Diminta Tak Panik, Tetap Waspada

Meski air sungai mulai surut, warga Garut tetap diminta waspada meghadapi kemungkinan turun hujan dengan intensitas tinggi.

Istimewa/ dokumentasi Pemkab Tasikmalaya
Kondisi pasca banjir di Garut di salah satu permukiman warga. Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Garut, hingga Sabtu, dampak kerusakan umumnya menimpa rumah warga dan jalan terputus bertambah dari delapan jadi 13 Kecamatan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Bupati Garut Rudy Gunawan mengajak masyarakat tidak panik menghadapi bencana banjir di Garut saat ini. Air sungai mulai surut.

Meski begitu, warga tetap diminta waspada meghadapi kemungkinan turun hujan dengan intensitas tinggi.

"Tetap tenang, tidak usah panik. Kami juga melakukan yang terbaik dalam upaya penanggulangan," kata Rudy, disela meninjau langsung lokasi banjir di wilayah kota, Sabtu (16/7/2022).

Untuk upaya penanggulangan, Rudy menyebutkan, saat ini pemerintah daerah masih memiliki anggaran yang cukup untuk penanganan banjir melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Semua bisa dilakukan gotong royong, jangan panik. Kepada kepala desa, kepala kelurahan dibawah koordinasi pak camat diharap melakukan langkah konkret di lapangan. Segera laporkan jika menemukan kesulitan masyarakat kita," kata Bupati.

Sementara, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, musibah banjir ini diperkirakan disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi sehingga terjadi luapan Sungai Cimanuk yang kemudian merendam rumah warga.

"Penyebabnya diperkirakan karena intensitas hujan yang tinggi ya, hujan yang sangat tinggi, walaupun sekarang sudah mulai turun. Jadi sekarang luapan sungai mulai turun juga, dan sekali lagi kita tenang tapi waspada," kata Helmi.

Baca juga: 4 Sungai Meluap Bikin Seluruh Garut Kebanjiran, Sungai Apa Saja?

Wabup menyebutkan, saat ini pihaknya tetap melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak banjir, karena upaya evakuasi nyawa adalah yang utama.

"Alhamdulillah dari laporan sementara tidak ada korban jiwa. Tetapi memang banyak rumah yang terendam banjir, makanya tadi evakuasi dulu orang lah. Baru yang lainnya bisa menyusul," ujar Wabup.

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Garut, hingga Sabtu, dampak kerusakan umumnya menimpa rumah warga dan jalan terputus bertambah dari delapan jadi 13 Kecamatan.

Yakni Kecamatan Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Garut Kota, Cikajang, Bayongbong, Karangpawitan, Banyuresmi, Cilawu, Banjarwangi, Cibatu, Talegong, Samarang dan Pasirwangi.

Baca juga: Seluruh Garut Dihantam Banjir, 1 Orang Meninggal Tertimpa Tebing yang Ambrol

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved